NAWACITAPOST COM - Warga Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Selasa (12/11/2024) pagi, berduyun-duyun menuju sebuah sendang yang ada di desa setempat.
Ada yang membawa timba, ada pula yang membawa cangkul dan sapu. Bukan tanpa sebab, warga ini melakukan aktivitas rutin setiap tahun. Yakni membersihkan lokasi petirtaan yang bernama Sendang Made.
Warga yang sebagian besar terdiri dari kaum laki-laki ini tampak guyup rukun. Sesekali mereka bercanda dan saling bergurau.
Satu demi satu, timba berisi lumpur dan sampah diangkat dari dasar sendang. Kotoran itu kemudian dibuang ke sebuah parit tak jauh dari lokasi sendang. Selama lebih dari dua jam, warga berjibaku dengan air dan lumpur demi membersihkan sendang.
Menurut Mulyono, salah satu warga Desa Made, ritual membersihkan sendang ini adalah tradisi yang digelar setiap tahun untuk menjaga kebersihan sendang.
“Sudah dari zaman saya kecil ya seperti ini, ikannya tidak kami konsumsi, tapi kami kembalikan ke sendang,” tandasnya.
Tradisi yang dinamakan “Sesuci Nagari Nguras Sendang” juga diwarnai dengan sejumlah ritual kirap budaya. Sesembahan air sendang dan pecah pamor ini berlangsung cukup sakral.
Bahkan, warga antusias datang membawa tumpengan. Tampak, sejumlah pejabat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang serta BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jawa Timur, Camat Kudu, Kades Made, hadir ke ritual kuras sendang made ini.
Baca Juga: Pegiat Cagar Budaya Ingin Taman Tirta Wisata Jombang Dihidupkan Kembali
Menurut Mulyono, Sendang Made ini merupakan peninggalan Raja Airlangga. Dahulu, Sendang Made ini merupakan tempat untuk ritual dan berdoa kerajaan.
Ada tujuh mata air yang diyakini memiliki arti dan petuah tersendiri. Diantaranya, sendang Pomben yang dipergunakan untuk kebutuhan minum, sendang Gede untuk mandi masyarakat umum. Lantas, sendang Pengilon untuk bercermin. Sendang Drajat yang jika mandi atau minum air dari sana, maka derajat seseorang itu akan naik.
Baca Juga: Kemenkumham Jabar Harmonisasikan Raperda Cagar Budaya dan Raperwal Pengelolaan Pengaduan Kota Banjar
“Tapi yang ingin ke sendang Drajat harus pamit dulu kepada juru kunci,” ujarnya.
Selain itu juga ada sendang Kamulyan, untuk memperoleh kemuliaan hidup, sendang Condong untuk untuk memasak, serta sendang Sumber Payung untuk kebutuhan gurah, menjaga kualitas suara sinden atau penyanyi.
Artikel Terkait
Anggota Komisi A 'Menduga' Pemasangan Reklame di Cagar Budaya 'Pilih-pilih'
Sempurnakan Kajian Objek Diduga Cagar Budaya, Pemko Gunungsitoli Adakan FGD
Promosikan Cagar Budaya, Pemprov Banten Gelar Festival
Bupati Siak: Revitalisasi Cagar Budaya Butuh Sentuhan APBN
Manajemen Risiko Bencana terhadap Museum dan Cagar Budaya Nasional Terus Diperkuat