NAWACITAPOST.COM Padang -Ada tiga bahasa utama di Sumatera Barat, yaitu Bahasa Batak, Bahasa Kepulauan Mentawai, dan Bahasa Minangkabau sendiri.
Dikutip dari Laman peta bahasa Kemendikbud.go.id dikatakan:
BAHASA BATAK, yang dituturkan di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), khususnya di daerah Simpang Tiga Cubadak, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, merupakan dialek Mandailing. Persentase dialektometri antara dialek Mandailing di Sumatera Utara dan di Provinsi Sumbar adalah sebesar 65,85%. Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek Batak memiliki perbedaan berkisar 81-100% jika dibandingkan dengan bahasa Nias dan Melayu. Baca Juga: Polda Sumbar Transparan Penanganan Pelanggaran Anggota Kasus Afif Maulana
BAHASA MENTAWAI, dituturkan di beberapa desa di Kepulauan Mentawai, yaitu Desa Monganpoula (Kecamatan Siberut Utara), Desa Maileppet (Kecamatan Siberut Selatan), dan Desa Sioban (Kecamatan Pagai Selatan). Bahasa ini terdiri dari tiga dialek: Siberut Utara, Siberut Selatan, dan Sipora Pagai. Dialek Siberut Utara dituturkan di Desa Monganpoula, dialek Siberut Selatan di Desa Maileppet, dan dialek Sipora Pagai di Desa Sioban dan Desa Makalo. Dialek Sipora Pagai dianggap sebagai dialek standar karena sebaran geografisnya yang luas dan jumlah penuturnya yang terbanyak, serta kedudukannya di pusat pemerintahan Kabupaten. Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, persentase perbedaan antara ketiga dialek ini berkisar 51-69%. Isolek Mentawai menunjukkan perbedaan berkisar 81-100% jika dibandingkan dengan bahasa Batak dan Minangkabau.
BAHASA MINANGKABAU (Minang), dituturkan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Solok, Kota Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, Kota Sawahlunto, Sijunjung, dan Dharmasraya. Terdapat lima dialek dalam Bahasa Minangkabau: dialek Pasaman, dialek Agam-Tanah Datar, dialek Lima Puluh Kota, dialek Koto Baru, dan dialek Pancung Soal.
Dialek Pasaman digunakan di Pasaman Barat dan Pasaman. Dialek Agam-Tanah Datar tersebar di Kabupaten Agam, Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Padang Pariaman, Solok, Kota Solok, Solok Selatan, dan Pesisir Selatan. Dialek Lima Puluh Kota dituturkan di Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, Tanah Datar, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, dan Dharmasraya. Dialek Koto Baru digunakan di Kabupaten Dharmasraya, sementara dialek Pancung Soal di Pesisir Selatan. Dari lima dialek tersebut, dialek Agam-Tanah Datar memiliki jumlah penutur terbanyak dan sebaran geografis terluas. Dialek ini sering digunakan sebagai bahasa Minangkabau umum di pusat kota Sumbar, menghilangkan ciri-ciri kedaerahan.
Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, persentase perbedaan kelima dialek tersebut berkisar 51-69%. Isolek Minangkabau menunjukkan perbedaan 80-100% jika dibandingkan dengan bahasa Batak dan Mentawai. Bahasa Minangkabau juga dituturkan di provinsi lain, seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Bengkulu.
Di Provinsi Aceh, Bahasa Minangkabau terdiri atas tiga dialek: dialek Tamiang, Sunting, dan Aneuk Jamme. Sementara itu, di Provinsi Riau, terdapat lima dialek: Rokan, Kampar, Basilam, Indragiri, dan Kuantan. (Er)
Artikel Terkait
Bukan Musuh. Ini 4 Manfaat Tersembunyi dari Cabai
Polda Sumbar Transparan Penanganan Pelanggaran Anggota Kasus Afif Maulana
Taufiqurrakhman Minta Jajaran Keimigrasian Gelar Operasi Pengawasan Keimigrasian
Kanwil Kemenkumham NTB Gelar Pelantikan 10 Pejabat Non Manajerial