Baca Juga: Dukung dan Fasilitasi Program GYM, Perhutani KPH Mojokerto Libatkan Anak SMA
"Selain itu, pemantauan secara rutin terhadap deteksi dini Karhutla melalui aplikasi SiPongi dan pengamatan prediksi cuaca dari BMKG juga sangat penting agar upaya pengendalian Karhutla dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan efektif," terangnya.
Dalam kesempatan itu, Adhy juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim telah menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) nomor 100.3.3.1/53/KPTS/013/2024 pada tanggal 30 Januari 2024 sebagai langkah kesiapsiagaan dini dalam mengantisipasi terjadinya Karhutla.
"Kepgub tersebut mengenai satuan tugas pengendali provinsi penanganan Karhutla Provinsi Jawa Timur," jelasnya.
Baca Juga: Perhutani KPH Mojokerto Bersama IGTKI dan IIKP Adakan Kegiatan Jum'at Bersih di Persemaian
Lanjut Adhy menjelaskan, kepgub ini juga menjadi pedoman dalam melaksanakan koordinasi, monitoring, dan evaluasi penanganan Karhutla di Jawa Timur. Berdasarkan validasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, selama periode 1 Januari – 30 Juni 2024, tercatat luas Karhutla di Jawa Timur mencapai 360,79 hektare atau 0,03 persen dari luas kawasan hutan di provinsi tersebut.
Adhy berharap satuan tugas (Satgas) dapat bekerja secara maksimal, efektif, dan efisien dengan melakukan upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara persuasif dengan melibatkan semua pihak.
"Kami minta kepada seluruh peserta apel serta tim Satgas dalkarhutla agar tetap siaga dan memastikan peralatan siap siaga setiap saat. Semoga tahun 2024 Jawa Timur bisa mengatasi dengan baik potensi ancaman Karhutla," tuturnya.
Baca Juga: Mitigasi Karhutla, Perhutani KPH Mojokerto Bersinergi Dengan Kodim 0815 Lakukan Patroli Bersama
Sementara itu Plh. Kepala Perhutani Divre Jatim, Wawan Triwibowo, saat dikonfirmasi usai apel mengatakan, bahwa diwilayah kerjanya, untuk kebakaran hutan sampai dengan 30 Juni 2024 seluas 19,21 hektare, angka itu mengalami penurunan 71 persen dibanding kebakaran hutan pada tahun lalu, sampai dengan 30 Juni 2023 seluas 66,16 hektare.
"Kebakaran hutan diwilayah kerjanya bukan terjadi pada satu titik, namun kebakaran hutan terjadi di lima satuan kerja, antara lain di KPH Padangan, KPH Jatirogo, KPH Saradan, KPH Madura dan KPH Pasuruan," ujarnya.
Sedangkan Administratur KPH Mojokerto, Rusydi yang hadir bersama Administratur se-Jawa Timur mengatakan bahwa kegiatan seperti ini dilaksanakan dengan tujuan membangun sinergitas antar pihak dan meningkatkan kesiapsiagaan petugas lapangan dalam mengantisipasi kejadian Karhutla yang rentan terjadi saat musim kemarau panjang ini.
"Pengamanan hutan bukan hanya tanggung jawab Perhutani, tetapi juga merupakan tugas bersama seluruh komponen masyarakat dan instansi terkait dan kita harus bersinergi untuk melindungi aset alam ini," pungkas Rusydi.
Artikel Terkait
Dukung Swasembada Gula Nasional, Perhutani KPH Mojokerto Tunjukkan Komitmen Untuk PG Krebet Baru
Terima Delapan Mahasiswa KKL dari Unja dan UPN Veteran Jawa Timur, Kepala Perhutani KPH Mojokerto Sampaikan Ini
Mitigasi Karhutla, Perhutani KPH Mojokerto Bersinergi Dengan Kodim 0815 Lakukan Patroli Bersama
Perhutani KPH Mojokerto Bersama IGTKI dan IIKP Adakan Kegiatan "Jum'at Bersih" di Persemaian
Dukung dan Fasilitasi Program GYM, Perhutani KPH Mojokerto Libatkan Anak SMA
Jaga Sinergitas, Perhutani KPH Mojokerto Bersama Forkopimcam di Hutan Mojokerto Lakukan Patroli
Raih Predikat Responden Terbaik Survey Pariwisata, Administratur KPH Mojokerto: Hal Ini Tidak Hanya Mengangkat Citra Wisata
Perhutani KPH Mojokerto Resmi Tutup GYM ke-2, Siswa SMA / SMK Mojokerto Sampaikan Ini