"Kita harus menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini kepada anak-anak kita, baik di rumah maupun di sekolah," ujar salah satu peserta.
Sebagai penutup, Asiong Munthe sebagai moderator menyampaikan harapannya agar acara refleksi seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memegang teguh nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Mari kita bersama-sama menjaga dan mengamalkan Pancasila demi kemajuan bangsa," pungkasnya.
Terkait dengan ormas keagamaan yang akan mendapat konsesi pengelolaan tambang Sahat dan Jimmy sama-sama tidak setuju, dikuatirkan ini kan muncul perpecahanan di dalam karena urusan ormas ietu lebih pada bergerak di bidang sosial kemasyarakatan sedang pengelolaan tambang dibutuhkan tenaga yang profesional dengan orientasi keuntungan.
"Kembalikan peran ormas pada posisinya sebagai penjaga yang bersuara kristis ke pemerintah jangan malah dikooptasi karena dberikan konsensi pengelolaan tambang", tandas Sahat tegas.
Acara ditutup dengan makan bersama dan foto bersama, menandakan komitmen semua pihak yang hadir untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Refleksi Hari Lahir Pancasila ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan semangat baru bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.
Artikel Terkait
Silaturahmi Idul Fitri, PEWARNA Indonesia Hadiri Open House Pondok Pesantren Al-Zaytun
Dr. I.G.N Arya Wedakarna M.W.S Siap Fasilitasi PEWARNA Gelar API di Gedung DPD RI
Pewarna Dapat Paket Idul Adha 2023 dari Ponpes Al Zaitun
Pewarna Indonesia Gelar Audiensi dengan Dirjen P2P Kemenkes
Peringati Hari Kebangkitan Nasional, PEWARNA dan PGI Launching Film Dokumenter Harmoni Bangsa