NAWACITAPOST.COM - Selain empat tuntutan yang disampaikan Serikat Buruh Tingkat Perusahaan (SBTP) Federasi Serikat Buruh Independen (FSBI) PT Gunawan Fajar juga memberikan apresiasi kepada jajaran institusi TNI-Polri.
Informasi yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com pada berita sebelumnya yang berjudul "May Day Tahun 2024, Ratusan Buruh dari FSBI Kepung Kantor Bupati Nganjuk Sampaikan Empat Tuntutan" SBTP FSBI menggelar aksi demo pada Rabu (1/5/2024).
Baca Juga: Halangi Liputan Audensi Antara FSBI Dengan Pemkab, Puluhan Awak Media Kecewa
Tak hanya dari SBTP FSBI, melainkan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) juga ikut bergabung pada aksi demo yang digelar oleh FSBI.
Pantauan wartawan Nawacitapost.com kurang lebih 500 (Lima ratus) orang pekerja / buruh memenuhi jalan Basuki Rahmat, Nomor 1, Mangundikaran, Kecamatan / Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Akhmad Soleh penanggung jawab aksi, selain menyampaikan orasi permohonan juga mengapresiasi kepada institusi kepada TNI-Polri Nganjuk yang telah mengamankan aksi demo yang digelarnya.
Baca Juga: Tidak Puas Dengan Audensi Sebelumnya, FSBI Geruduk Kantor Bupati Nganjuk
"Sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, sehingga pihak kepolisian mengamankan jalannya unjuk rasa kita dengan damai, kondusif dan aman, juga kepada TNI yang terus berkoordinasi dengan kegiatan kita hari ini," ucap Akhmad Soleh yang disambut dengan tepuk tangan meriah oleh semua anggota FSBI.
Lanjut Akhmad Soleh, hari ini kawan-kawan tepat pada 1 May Day tahun 2024, kita menyuarakan terkait aspirasi kita di dalam Kabupaten Nganjuk bagaimana kondisi pekerja / buruh yang ada di Kabupaten Nganjuk, karena 1 May Day adalah simbol perjuangan kaum Buruh pada abad ke-16 tahun 882, sudah mulai pergerakan di Amerika Serikat, seluruh pekerja mogok sekitar 20.000.
Baca Juga: Terkait Aksi Damai SBTP FSBI, Sub Korwil Ketenagakerjaan Nganjuk Kedepankan Pembinaan
"Pada tahun 86, pekerja yang ada di Amerika 1 Mei tepatnya melakukan perjuangan yaitu meminta 8 jam kerja, 8 jam istirahat, dan 8 jam untuk bersosialisasi dengan masyarakat, hari ini kita rasakan, pada tahun ini kita rasakan bahwasanya perjuangannya pekerja dulu tidak mudah, bahkan nyawa, darah, bertumpah darah untuk memperjuangkan 8 jam kerja di dalam perusahaan satu hari," ujar pria yang akrab dipanggil Soleh.
Soleh menambahkan, hari ini kita mengenang perjuangan kawan-kawan buruh di dalam Indonesia, perjuangan kaum Buruh yang ada di Indonesia muncul tahun 92, waktu itu pekerja buruh yang ada di Indonesia, meminta kepada pemerintah agar kesejahteraan pekerja harus diperhatikan.
Baca Juga: Pantau Komitmen PT Gunawan Fajar, Beberapa Pengurus SBTP FSBI Standby Sekitar Perusahaan
"Pada orde baru pemerintah menganggap gerakan buruh adalah paham tentang komunis, sehingga tahun 98 orde baru pekerja buruh tidak ada gerakan sama sekali, pada waktu orde baru tumbang mulai tahun 2000, pekerja / buruh yang ada di Indonesia mulai bergerak meminta kesejahteraan kembali," imbuhnya.
Soleh mengungkapkan, alhamdulillah hari ini tanggal 1 Mei kita serentak pada tahun 2013 waktu Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kita serentak turun ke jalan, meminta tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Artikel Terkait
Persoalan PT Gunawan Fajar Makin Rumit, FSBI Makin Solid dan Bangkit
Halangi Liputan Audensi Antara FSBI Dengan Pemkab, Puluhan Awak Media Kecewa
Tidak Puas Dengan Audensi Sebelumnya, FSBI Geruduk Kantor Bupati Nganjuk
Terkait Aksi Damai SBTP FSBI, Sub Korwil Ketenagakerjaan Nganjuk Kedepankan Pembinaan
Pantau Komitmen PT Gunawan Fajar, Beberapa Pengurus SBTP FSBI Standby Sekitar Perusahaan
Tak Peduli Malam, SBTP FSBI Terus Pantau Perusahaan PT Gunawan Fajar dan Tampak Anak Kecil
May Day Tahun 2024, Ratusan Buruh dari FSBI Kepung Kantor Bupati Nganjuk Sampaikan Empat Tuntutan