NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Kota Surabaya terus meningkatkan pelayanan kepada warganya dengan memperkenalkan konsep Compact City.
Melalui berbagai fasilitas dan layanan yang mudah dijangkau seperti pelayanan kesehatan, administrasi, perpustakaan, dan konseling, Pemkot Surabaya berupaya menjadikan kota ini lebih efisien dan efektif.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjat, menjelaskan bahwa konsep Compact City ini akan diterapkan di wilayah Surabaya barat.
Baca Juga: PDI Perjuangan Raih 11 Kursi: Inilah 50 Anggota DPRD Surabaya Terpilih 2024-2029
Menurutnya, konsep ini adalah bagian dari visi Wali Kota Eri Cahyadi untuk menjadikan Surabaya sebagai kota yang Humanis, Efektif, dan Efisien.
“Karena konsep kita adalah compact city, yakni memberikan kemudahan bagi warga ketika membutuhkan apapun. Mulai dari sembako, makanan, kuliner, fasilitas olahraga, taman, dan sebagainya itu mendekatkan, tanpa bertransportasi,” jelas Irvan, Selasa (12/3/2024).
Ia mengatakan, kunci untuk menjadi kota yang efisien atau Surabaya Hebat adalah, apabila jarak dan biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat itu minimalis. Misalkan, ketika ada warga yang ingin menikmati fasilitas ruang terbuka hijau (RTH) seperti taman, atau fasilitas kesehatan puskesmas, itu hanya ditempuh dengan jarak singkat atau biaya yang minimal.
Baca Juga: Catat! Setiap Pekan, Pemkot Surabaya akan Gelar Pasar Murah
“Jadi, rumah sakit di dekatkan, seperti halnya RSUD Surabaya Timur. Puskesmas diratakan (fasilitasnya), sekolah SD-SMP juga diratakan, fasilitas olahraga diratakan, seperti lapangan tenis, futsal, dan lain sebagainya,” katanya.
Mewujudkan kawasan Surabaya barat menjadi compact city, tak cukup hanya dengan mendekatkan fasilitas-fasilitas layanan publik saja. Akan tetapi, pemkot juga berencana mendekatkan tempat sarana hiburan rakyat untuk warga Surabaya Barat.
Seperti halnya sarana wisata di Romokalisari Adventure Land, Kebun Raya Mangrove, dan Taman Hutan Raya (Tahura) Mangrove. Tempat-tempat wisata tersebut sengaja diwujudkan bukan sekadar untuk menarik wisatawan, akan tetapi, juga sebagai tempat berputarnya perekonomian warga.
Baca Juga: Pilkada Surabaya, Sarana Demokrasi Minta PDIP belajar dari Pengkhianatan Jokowi
Ia menjelaskan, tidak menutup kemungkinan konsep compact city ini akan memanfaatkan lahan atau aset pemkot di setiap wilayah kecamatan. Selain itu, juga akan memanfaatkan aset prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) yang telah diserahkan oleh pengembang.
“Seperti pada case romokalisari adventure land, kebun raya mangrove, tahura pakal, itu ternyata mampu menggerakkan ekonomi, dan omzetnya mereka juga tinggi ternyata. Baik dari segi wisatanya, pengelolaannya, tempat parkirnya, pengelolaan wahananya, mereka (warga) memperoleh pekerjaan,” jelasnya.
Artikel Terkait
Pilkada Surabaya, Sarana Demokrasi Minta PDIP belajar dari Pengkhianatan Jokowi
5 Petahana dan 4 Wajah Baru, Berikut pengisi Kursi DPRD Surabaya dari Dapil 4
PDI Perjuangan Raih 11 Kursi: Inilah 50 Anggota DPRD Surabaya Terpilih 2024-2029
Surabaya Tidak Ingin Beratkan Pengusaha dengan Kenaikan Pajak Reklame
Catat! Setiap Pekan, Pemkot Surabaya akan Gelar Pasar Murah
Pemkot Surabaya Gandeng Bappenas Sinkronkan Data Tekan Angka Kemiskinan