Siak, Nawacita - Kondisi sambungan Jembatan Maredan, Kecamatan Tualang saat ini sangat memprihatinkan. Kerusakan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan korban jiwa jika tidak segera diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Siak.
Pantauan di lapangan, ratusan kendaraan dengan tonase 25 hingga 45 ton masih nekat melintas di jembatan tersebut. Padahal kapasitas maksimal jembatan hanya 8 ton.
"Ini sudah sangat berbahaya. Pemerintah seperti tutup mata dan tutup telinga," kata salah seorang warga.
Wati (43), warga yang melintas bersama anak-anaknya menggunakan sepeda motor menyampaikan kekecewaannya. Ia meminta Bupati Siak, Afni, segera menepati janji kampanyenya untuk membangun infrastruktur jalan dan jembatan rusak.
"Bu Afni harusnya menepati janji kampanyenya. Membangun jalan-jalan rusak tapi ini dibiarkan begitu saja. Apakah harus menunggu ada korban jiwa dulu? Atau menunggu jembatan roboh total baru diperbaiki dengan biaya besar?" tegas Wati.
"Jangan hanya pintar bersandiwara di media sosial supaya dipuji masyarakat luar. Buktikan janjimu Bu Afni," tambahnya.
Senada dengan Wati, Jhoni (52) warga Bunga Raya juga mendesak perbaikan segera dilakukan. Ia menyarankan agar kendaraan bertonase besar seperti tronton, trailer, dan kontainer 35-45 ton dilarang melintas.
"Segeralah diperbaiki jembatan yang membahayakan ini. Dan mobil-mobil tronton, trailer, kontainer yang bertonase 35-45 ton harus dilarang melintas. Sediakan lagi pos keamanan di ujung jembatan agar kendaraan tidak lagi lewat sembarangan," tutur Jhoni.
Jhoni juga mengingatkan agar ada pengawasan ketat dari Dinas Perhubungan. Ia khawatir jika pos dishub diaktifkan kembali, malah disalahgunakan oknum untuk pungli seperti kejadian beberapa waktu lalu.
"Dulu pos Dishub di sekitar jembatan Maredan ada, tapi dimanfaatkan oknum untuk pungli ke truk, kontainer, tronton. Waktu itu beberapa oknum bahkan diamankan Polres Siak. Itu yang harus kita waspada dan dijaga. Jangan sampai terulang kembali," ungkap Jhoni.
Di tengah situasi efisiensi anggaran dan pemotongan APBN, warga berharap Pemkab Siak tidak hanya mengeluh. Pemerintah diminta mencari solusi dengan mendatangkan investor agar APBD Siak bertambah, sehingga perbaikan infrastruktur bisa segera dilakukan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Siak terkait tuntutan warga.(SH)