NAWACITAPOST.COM - Miris sekali Suparlan (62) warga Dusun Bandaran, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang tinggal serumah dengan adiknya.
Untuk makan sehari - hari saja Suparlan hanya mengandalkan belas kasihan dari tetangga. Bahkan kondisi ekonomi yang sulit membuat Suparlan kerap kesulitan untuk berobat atas penyakit stroke yang dideritanya.
Baca Juga: Sebut Bansos Jokowi Mirip Zaman Kerajaan, Ahok: Rakyat Minta Belas Kasihan Raja
"Hidup bersama adik, berdua. Makan selama ini dikasih orang," kata Suparlan Senin (12/2/2024).
Ia mengidap penyakit stroke yang sudah menahun membuat dirinya tidak bisa bekerja memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari.
Baca Juga: Peduli Warga Sekitar, Kapolres Bangkalan Bantu Bedah Rumah Kakek Sebatang Kara
“Untuk berobat dari pemberian sedekah dan pemberian orang seikhlas nya,” ungkap Pak Lan warga setempat memanggil.
Sementara itu, Muntiani (56) tetangga Suparlan mengatakan, melihat kondisinya sangat memprihatinkan. Ia merasa kasihan sebagai tetangga yang tidak jauh dari rumah Pak Lan.
“Sebelah barat rumah saya, sudah sekitar 2 tahun lebih sakit stroke,” ungkap Muntiani.
Menurut Muntiani melihat Suparlan mungkin karena ingin sembuh, jadi hampir setiap hari siang hari panas terik memaksakan diri untuk berjalan sambil membawa tongkat.
“Adiknya ngikuti dari belakang, kuatir kalau jatuh, masih semangat untuk sembuh, tapi tidak ada kerabat, hanya ikut adiknya,” terangnya.
Baca Juga: Terpantau Kompak, TNI-Polri di Ponorogo Bedah Rumah Warga Sebatang Kara
Selama ini Muntiani, tidak tahu pasti apa dapat bantuan dari pemerintah setempat atau tidak. Tapi jika yang bersangkutan jalan lewat dekat rumah, dia sering mempersilahkan untuk mampir makan.
Artikel Terkait
Heboh! Kakek Tua Sebatang Kara di Nias Tinggal di Hutan Selama Puluhan Tahun
Terpantau Kompak, TNI-Polri di Ponorogo Bedah Rumah Warga Sebatang Kara
Peduli Warga Sekitar, Kapolres Bangkalan Bantu Bedah Rumah Kakek Sebatang Kara
Lansia Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk, Kemensos Perbaiki Hunian dan Bantu Pengobatan
Susi Pudjiastuti Prihatin Lihat Kondisi Kehidupan Nenek Tua Rentan di Aceh, Hidup Digubuk Kecil Sebatang Kara