“Jangan biarkan prestasi-prestasi Ibu Gubernur dicoreng oleh kondisi anak perusahaan BUMD sendiri. Kami bukan meminta belas kasihan, kami hanya minta hak kami. Kami hanya ingin perusahaan ini hidup kembali dan kami bisa hidup layak.”
Nasib karyawan PT Kasa Husada Wira Jatim menjadi refleksi ironis dari keberhasilan administratif Jawa Timur. Di tengah capaian-capaian makro, ada ketidakadilan mikro yang terus diabaikan. Kini, mereka hanya menunggu: apakah akan ada tangan kepemimpinan yang peduli pada jeritan akar rumput? Atau prestasi akan terus bersinar dengan mengorbankan mereka yang membangunnya dari bawah? ***