Kamis, 4 Juni 2026

Pemanfaatan Limbah Tali Strapping Dari PT. IKPP Perawang, Menunjang perekonomian Warga Tualang

Photo Author
Sokhiaro Halawa, Nawacita Post
- Selasa, 10 Juni 2025 | 22:57 WIB
PT Indah Kiat Perawang Mill Menjelaskannya kepada awak media keinginanya pemafaatan Limbah Tali Srapping dari PT. Indah Kiat Perawang Mill, bagian dari Asia Pulp and Paper Group.
PT Indah Kiat Perawang Mill Menjelaskannya kepada awak media keinginanya pemafaatan Limbah Tali Srapping dari PT. Indah Kiat Perawang Mill, bagian dari Asia Pulp and Paper Group.

Siak, Perawang,Nawacitapost.com - Muhammad Nur, mantan karyawan PT Indah Kiat Perawang Mill Menjelaskannya kepada awak media keinginanya pemafaatan Limbah Tali Srapping dari PT. Indah Kiat Perawang Mill, bagian dari Asia Pulp and Paper Group.

Berawal dari salah satu Pembuatan Pop bungan yang terbuat dari limbah tali Srapping dari lKPP saat masih berkeja,Mohammad Nur menjelaskan bahwa bahan Limbah tali Srapping Ternyata bagus untuk di olah dengan kerajinan anyamannya cukup bagus dan kuat,melihat plastick strapping yang tak terpakai yang menjadi limbah di pabrik IKPP. Kadang sisa packing barang itu terbuang begitu saja. Terfikir olehnya bagaimana memanfaatkan limbah tersebut untuk dibuat kerajinan tangan.

Akhirnya M. Nur membawa limbah itu pulang dan membuat anyaman berbagai bentuk.Dimulai dengan membuat anyaman beberapa pot bunga, ternyata hasil karya M. Nur ini diminati warga sekitar. M. Nur mulai membuat lebih banyak lagi dengan pasar yang hari ke hari terus bertambah.

Tak disangka, permintaan pasar untuk hasil karyanya semakin banyak.
M. Nur mulai disibukkan hingga tengah malam. M. Nur pun mulai mengajak ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya berkarya dan bergabung membuat berbagai macam anyaman anyaman untuk dijual dan dipasarkan.Tak hanya limbah strapping saja, dalam membuat produk anyaman plastik straping, IKM Tunas Harapan juga memanfaatkan limbah kayu yang juga berasal dari PT. IKPP. Seperti kayu sisa olahan yang digunakan untuk membuat keranjang motor untuk tempat barang - barang dan bawaan belanja di pasar," Jelasnya

"Sambung M. Nur di i awal 2007 itu, anggota yang terdiri dari ibu-ibu hanya tiga orang. Tahun 2008 kami buat kelompok kerajinan masyarakat IKM Tunas Harapan di bawah binaan PT. LKPP dan di Tahun 2010 anggota bertambah menjadi 14 orang dan 2018 sudah mencapai 100 orang Melihat peluang memanfaatkan limbah yang menjanjikan di bawah binaan PT. IKPP tersebut.

kemudian, pria kelahiran Bengkalis ini memilih mengundurkan diri dari tempatnya bekerja dan fokus dengan usaha anyaman plastik strappingnya.
Usahanya terus berkembang seiring bertambahnya permintaan pasar. Bahkan anggota yang ikut mencapai hampir 100 orang di tahun 2018.
Di akhir 2019, anggota IKM Tunas Harapan berkurang menjadi 50 orang seiring menurunnya bahan baku dan hingga saat ini Tak hanya bisa menyelesaikan perkuliahan anak pertamanya dan kedua akan mendaftarkan di Universitas Negeri Riau dan juga ikut membantu kesejahteraan puluhan keluarga yang berada di sekitar PT. IKPP.

Dari hasil karya yang awalnya dipasarkan di sekitar lingkungan rumah, saat ini produk anyaman strappng IKM Tunas Harapan sudah menjangkau ke 5 provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Produk terbanyak yakni keranjang motor yang pasar terbesarnya provinsi Sumatera Barat dengan permintaan 400 hingga 500 item perbulannya atau 60 persen dari total permintaan pasar.

M. Nur juga sangat berterima kasih kepada PT. IKPP yang selama ini selalu mendukung kegiatan IKM Tunas Harapan dengan hasil produk anyaman plastik strapping khas berwarna hijau dengan corak putih ini, salah seorang ibu rumah tangga yang bergabung di IKM Tunas Harapan mengaku sangat terbantu dengan hasil dari IKM Tunas Harapan. Rata-rata perbulannya mendapat penghasilan tambahan lebih dari Rp1 juta bahkan mencapai Rp2,5 juta.

Saida 59 Tahun yang bekerja selama kurang lebih 20 tahun menyampaikan IKM Tunas Harapan ini mengaku pekerjaan tersebut tak mengganggu aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga. "Karena pekerjaan itu bisa kami bawa pulang, dikerjakan sambilan ketika ada waktu luang," tuturnya

Humas PT. IKPP (Indah Kiat Pulp and Paper) Perawang Armadi,SE mengatakan kepada Media Nawacitapost.Com Kegiatan Anyaman Strapping (tali pengikat) yang dilakukan Kelompok Kerajinan Tunas Harapan Tualang-Perawang Kabupaten Siak selama ini adalah merupakan Binaan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Perawang sebagai bentuk komitmen perusahan terhadap masyarakat disekitar perusahaan melalui Program Community Development, "Ucapnya

Dimana aktifitas yang dilakukan oleh kelompok kerajinan adalah mendaur ulang strapping bekas (limbah) menjadi anyaman sebagai produk kerajinan yang inovatif dan berkelanjutan, yang merupakakan bagian dari ekonomi sirkular (circular economy) dengan memanfaatkan strapping bekas pengikat pallet, "Jelas Armadi.

Kelompok Pengrajin saat ini mempekerjakan lebih 45 Ibu -Ibu rumah tangga yang menjadikan produk inovatif dan bernilai tanpa meninggalkan tugas pokok sebagai Ibuk Rumah tangga baik sebagi Istri maupun sebagai panutan anak-anak," Jelasnya.

Perusahaan memberikan ruang dan kesempatan untuk memprioritaskan kelompok pengrajin binaannya untuk mendapatkan pasokan bahan baku strapping di perusahaan dan juga melibatkan mereka dalam berbagai workshop maupun seminar untuk pengembangan keahlian dan peningkatan perekonomian masyarakat disekitar operasional perusahaan, "Ungkapya
( Sokhiaro Halawa)

 

 

Halaman:

Editor: Sokhiaro Halawa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini