Kamis, 4 Juni 2026

Kemiskinan dan Pengangguran di Surabaya Terus Menurun, Ini resepnya!

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Jumat, 29 Desember 2023 | 20:28 WIB
Program Padat Karya Pemkot Surabaya (Nawi)
Program Padat Karya Pemkot Surabaya (Nawi)

Surabaya NAWACITAPOST - Serangkaian inovasi dan terobosan yang diperkenalkan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di tahun 2023, membawa dampak positif bagi penduduk Surabaya.

Angka kemiskinan, kemiskinan ekstrem, dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Surabaya terus mengalami penurunan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengungkapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Surabaya pada tahun 2021 mencapai 5,23 persen atau sekitar 152,49 ribu jiwa.

Kemudian, turun menjadi 4,72 persen atau sekitar 138,21 ribu jiwa di tahun 2022, dan terus merosot menjadi 4,65 persen atau sekitar 136,37 ribu jiwa di tahun 2023.

Adapun angka kemiskinan ekstrem Surabaya pada tahun 2021 adalah 1,2 persen atau sekitar 35 ribuan, turun menjadi 0,8 persen atau sekitar 23 ribuan pada tahun 2022.

"Data kemiskinan ekstrem yang diterima terakhir hingga tahun 2022 menunjukkan penurunan sekitar 0,4 persen, dan diperkirakan penurunan ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2023," ujar Febrina Kusumawati.

Menurut Febrina, penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, serta TPT, tidak terlepas dari berbagai terobosan yang diterapkan oleh Wali Kota Eri.

Salah satu program yang terus didorong adalah program Padat Karya yang mencakup 23 jenis usaha dengan rentang pendapatan Rp 2-10 juta per orang.

"Selain itu, adanya job fair yang menghubungkan pencari kerja langsung dengan perusahaan, aplikasi e-Peken untuk mengembangkan toko kelontong, dan pengembangan SKW, semuanya telah memberikan kontribusi signifikan," tambahnya.

Febrina menyatakan bahwa dengan banyaknya warga yang bekerja, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Surabaya juga mengalami penurunan. Data dari BPS Kota Surabaya menunjukkan bahwa TPT Surabaya pada tahun 2020, saat pandemi Covid-19, mencapai 9,79 persen.

Namun, hingga akhir tahun 2023, angka TPT turun menjadi 6,76 persen, menunjukkan penurunan sebesar 0,9 persen dari tahun sebelumnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik penurunan angka kemiskinan, kemiskinan ekstrem, dan TPT tersebut, menyatakan bahwa ini menunjukkan keberhasilan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disepakati bersama DPRD Surabaya.

"Ini memberi semangat kepada kita untuk terus berinovasi di masa mendatang," kata Wali Kota Eri.

Dia juga menyadari bahwa Pemerintah Kota tidak bisa bekerja sendirian dalam mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Surabaya.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini