Ia bahkan menyebut bahwa DPRD sempat membahas penataan ini dengan merujuk konsep penataan makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan, yang dikenal rapi, teratur, dan ramah wisatawan.
Baca Juga: Ada Dugaan Menyunat Usia Vital Bangunan Dengan Menggunakan Pisau Tajam IMB 1989
“Di sana, lokasi parkir, bangunan bersejarah, dan masjid besar ditata dengan sangat baik. Surabaya bisa mengambil spirit yang sama dalam penataan Ampel,” ungkap Eri.
Terakhir, Eri meminta Pemkot dan instansi terkait untuk menjaga konsistensi program penataan ini agar menjadi sistem yang berkelanjutan, bukan penertiban sesaat.
“Soal parkir tinggal pengawasan dan konsistensinya. Ini harus jadi sistem yang berkelanjutan sesuai rencana yang telah disiapkan bersama DPRD dan Pemkot Surabaya,” pungkasnya. ***