Saat ditanya soal penolakan feeder di wilayah Surabaya Utara oleh sebagian sopir angkutan, Sukadar menilai hal itu hanya kekhawatiran awal.
Baca Juga: AH Thony : Siapa Bekingi Pembongkaran Rumah Cagar Budaya di Darmo?
“Penolakan itu karena belum dicoba. Kalau sudah diterapkan, masyarakat pasti senang karena bisa mengurangi kemacetan, apalagi di jam-jam sibuk,” jelasnya.
Ia juga menyoroti adanya laporan soal keugal-ugalan sopir feeder, yang menurutnya sudah diakui Dinas Perhubungan, dan harus segera ditindak.
Menutup pernyataannya, Sukadar menegaskan bahwa transportasi murah adalah kebutuhan mendesak rakyat.
Baca Juga: Tak Terlindungi! Satu Lagi Rumah Cagar Budaya Dibongkar Tanpa Tersisa
“Ini bukan sekadar wacana. Masyarakat kita benar-benar butuh angkutan murah, terjangkau, dan nyaman. Itu tanggung jawab kita sebagai wakil rakyat untuk terus mendorong agar program ini berjalan,” pungkasnya. ***