Kamis, 4 Juni 2026

Alif Iman Waluyo Desak Pemkot Surabaya Tinjau Ulang Lokasi RSUD Surabaya Selatan

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 22 Mei 2025 | 12:41 WIB
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya, Alif Iman Waluyo (Nawi)
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya, Alif Iman Waluyo (Nawi)

NAWACITAPOST.COM — Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya, Alif Iman Waluyo, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk meninjau ulang rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Surabaya Selatan yang direncanakan akan dibangun di lapangan sepak bola Karangpilang.

Menurutnya, lokasi tersebut kurang ideal dilihat dari berbagai aspek teknis dan sosial. Ia menilai, lahan itu merupakan ruang publik yang selama ini dimanfaatkan warga sebagai ruang terbuka hijau dan pusat kegiatan masyarakat.

"Saya sarankan Pemkot Surabaya untuk mengkaji ulang lokasi rencana pembangunan RS Surabaya Selatan dengan berbagai pertimbangan baik teknis maupun sosial," tegas Alif, Rabu (21/5/2025).

Baca Juga: HJKS ke-732, Cak YeBe: Surabaya Butuh Aksi Berani dan Konsisten

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan bahwa dirinya tidak menolak pembangunan rumah sakit, tetapi mengusulkan agar proyek tersebut dialihkan ke lahan milik Pemkot yang tidak aktif dan lebih memadai.

"Kan aku juga menyarankan untuk pindah ke tanah pemkot yang tidak aktif. Bukan menolak pembangunannya," ujarnya.

Alif menyebut, terdapat lahan alternatif yang lebih representatif untuk dijadikan lokasi pembangunan RSUD. Lahan tersebut berada di Kelurahan Karangpilang dan memiliki akses dari Jalan Sawahan, dengan luas sekitar 18.000 meter persegi.

Baca Juga: Reses Terakhir, Cahyo Siswo Utomo: Surabaya Butuh Manajemen Kota Kelas Dunia

“Ada opsi lahan masuk lewat Jalan Sawahan. Ada lahan sisa aset Pemkot kurang lebih 18.000 meter di Kelurahan Karang Pilang yang lebih representatif,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan prospek pengembangan rumah sakit di masa depan. Jika rumah sakit dibangun di lapangan Karangpilang yang sempit, dikhawatirkan akan menyulitkan proses ekspansi seperti pembangunan gedung tambahan dan area parkir.

“Apalagi jika nanti perluasan rumah sakit tidak bingung karena lahan lebih luas. Apalagi lapangan Karangpilang dekat dengan permukiman. Misal pelebaran untuk parkiran, penambahan gedung nantinya di masa depan. Jika lahan terbatas akan merepotkan juga,” tegas Alif.

Baca Juga: Air PDAM Kemricik dan Rutilahu Mandek di Kampung Mat Halil, Tubagus Lukman Siap Fasilitasi

Lebih jauh, ia juga menekankan pentingnya menjaga ruang publik warga. Pengalihfungsian lapangan Karangpilang dikhawatirkan memicu penolakan warga dan berdampak pada kualitas lingkungan hidup.

Alif berharap, dengan kajian yang matang dan melibatkan masyarakat, Pemkot Surabaya dapat membangun rumah sakit yang tidak hanya unggul secara fasilitas medis, tetapi juga berkelanjutan dari sisi tata ruang kota.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini