Minggu, 19 Juli 2026

DPRD Surabaya Desak Pemkot Kendalikan Harga Sembako Jelang Lebaran

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 27 Maret 2025 | 21:20 WIB
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Bagas Iman Waluyo (Istimewa)
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Bagas Iman Waluyo (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, lonjakan harga kebutuhan pokok semakin dirasakan oleh masyarakat. Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Bagas Iman Waluyo, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) untuk segera mengambil langkah konkret dalam menstabilkan harga sembako agar tidak semakin membebani warga, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

"Harga sembako yang melonjak menjelang Lebaran harus segera dikendalikan. Pemkot perlu bergerak cepat dan efektif agar rakyat tidak semakin kesulitan," ujar Bagas, Kamis (27/03/2025).

Bagas menyoroti bahwa kenaikan harga bukan hanya dipicu oleh meningkatnya permintaan, tetapi juga akibat lemahnya pengawasan distribusi. Menurutnya, kurangnya kontrol dapat membuka celah bagi spekulan untuk memainkan harga, sehingga pasokan menjadi tidak stabil.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Tantangan Pembangunan Sekolah Baru

"Tidak hanya faktor permintaan yang meningkat, tetapi juga distribusi yang kurang terkontrol. Celah ini sering dimanfaatkan spekulan untuk menaikkan harga seenaknya," ungkap legislator dari Fraksi Gerindra tersebut.

Dalam upaya menekan kenaikan harga, Bagas mendesak Pemkot untuk menjamin kelancaran pasokan, memperketat pengawasan distribusi, dan mempercepat penyaluran bantuan pangan.

"Kelancaran pasokan, pengawasan distribusi, serta percepatan bantuan pangan adalah kunci utama. Jangan biarkan masyarakat kesulitan di tengah tingginya harga kebutuhan pokok," tegasnya.

Baca Juga: PAM Surya Sembada Siaga 24 Jam, Pastikan Air Mengalir Lancar Selama Lebaran

Selain itu, ia juga meminta Pemkot untuk memperbanyak operasi pasar murah di berbagai wilayah, terutama daerah-daerah yang mengalami lonjakan harga signifikan. Menurutnya, langkah ini harus dilakukan secara masif dan bukan sekadar formalitas.

"Pastikan masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga wajar. Operasi pasar bukan sekadar seremoni, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil," pungkas Bagas. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini