Kamis, 4 Juni 2026

Kontroversi SPBU AKR di Dr. Soetomo, DPRD Surabaya: Harus Utamakan Sosialisasi

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Jumat, 14 Maret 2025 | 01:32 WIB
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Bagas Iman Waluyo (Istimewa)
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Bagas Iman Waluyo (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM – Sejumlah spanduk bertuliskan penolakan terhadap pembangunan SPBU AKR muncul di kawasan Jalan Dr. Soetomo, Surabaya. Spanduk yang dipasang di sekitar Taman Korea tersebut menyuarakan keberatan warga terhadap proyek tersebut.

“ Kami warga Jalan Dr. Soetomo menolak rencana pembangunan SPBU AKR,” demikian bunyi salah satu spanduk yang terpasang.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi B DPRD Surabaya, Bagas Iman Waluyo, menyatakan bahwa kekhawatiran warga terhadap potensi risiko, seperti ledakan, merupakan hal yang wajar meskipun SPBU tersebut sudah mengantongi izin dari Pemkot Surabaya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Audit Bozem di Perumahan Elit Demi Cegah Banjir

“Terpenting bagi pengusaha, sebelum membangun SPBU seharusnya sosialisasi terlebih dahulu ke warga sekitar,” ujar Bagas Iman Waluyo di Surabaya, Senin (10/03/2025).

Menurutnya, penambahan jumlah SPBU dari berbagai perusahaan, seperti Pertamina, Shell, maupun AKR, bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap BBM. Selama prosedur dan perizinan sudah lengkap serta tidak berdampak negatif bagi lingkungan sekitar, pembangunan SPBU seharusnya tidak menjadi masalah.

“Keberadaan SPBU baru tidak masalah selama itu untuk kepentingan masyarakat Surabaya sendiri. Yang terpenting, pembangunannya sesuai prosedur dan perizinan lengkap,” tegas politisi muda Partai Gerindra Surabaya ini.

Baca Juga: Satgas Pangan Temukan Minyak Goreng Tak Sesuai Takaran, DPRD Surabaya Desak Sanksi Tegas

Bagas juga menekankan bahwa SPBU baru dapat meningkatkan pendapatan bagi Pemkot Surabaya. Ia mencontohkan bahwa di kawasan tersebut sudah terdapat beberapa SPBU, seperti Pertamina dan Shell di Jalan Diponegoro.

“Yang pasti masyarakat atau tetangga di sekitar sana mengizinkan, itu menurut saya sudah selesai,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa jika memang ada penolakan dari warga, investor harus melakukan sosialisasi dengan warga setempat sebelum melanjutkan proyek.

Baca Juga: Ramadhan di Mata Laila Mufidah: Tingkatkan Ibadah dan Berbagi

“Sebelum investor masuk, paling tidak ya kulonuwon sik lah atau permisi ataupun sosialisasi kepada masyarakat yang ada,” katanya.

Bagas menutup dengan menegaskan bahwa keberadaan lebih banyak SPBU akan membantu mencegah kelangkaan BBM di Surabaya.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini