Rabu, 17 Juni 2026

Mengenang Komjen Syafruddin: Wakapolri Pejuang Santri yang Dermawan, Jejak Pengabdiannya untuk Agama dan Bangsa Abadi dalam Sejarah Negeri

Photo Author
Nurjayakbe, Nawacita Post
- Jumat, 21 Februari 2025 | 16:34 WIB
Komjen Pol (Purn) Dr. H. Syafruddin Kambo, M.Si.
Komjen Pol (Purn) Dr. H. Syafruddin Kambo, M.Si.

 


Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Negara Indonesia tengah berduka, pasalnya, salah satu putra terbaiknya, Komjen Pol (Purn) Dr. H. Syafruddin Kambo, M.Si., tutup usia.

Sosok jenderal yang dermawan itu diketahui meninggal dunia karena sakit di Rs Pusat Pertamina Jakarta, Kamis (20/2/2025), sekira pukul 18.14 WIB.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Karopenmas Polri Brigjen Trunoyudo, dia mengatakan bahwa kepergian Syafruddin ini meninggalkan duka yang mendalam bagi bangsa dan dunia Islam internasional. Ia pergi di usia 63 tahun, tetapi dedikasinya tak akan pernah mati.

"Meninggal dunia di RSPP pukul 18.14 WIB," kata Karopenmas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmasi, Jumat (21/02/2025).

Lahir dari keluarga sederhana di Makassar, Syafruddin kecil sudah memahami arti perjuangan sejak dini. Jalan hidupnya tidak mudah, namun semangatnya untuk melayani bangsa tak pernah padam.

Ia meniti karier dari bawah hingga akhirnya menyandang pangkat Komisaris Jenderal, sebuah pencapaian yang tidak diraih dengan mudah, tetapi melalui kerja keras dan integritas tanpa kompromi.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1985 itu, Syafruddin dikenal dengan kepemimpinan yang tegas, visioner namun penuh empati. Dari Kapolsek Bekasi hingga Wakapolri pada 2016, ia membawa pendekatan humanis dalam menjalankan tugasnya, menjadikan keamanan dan keadilan bukan sekadar slogan, tetapi tanggung jawab yang diemban dengan sepenuh hati.

Mengabdi di Kursi Menteri: Meninggalkan Warisan Reformasi

Ketika Presiden Joko Widodo mempercayakannya sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) pada 2018, Syafruddin mengubah wajah birokrasi Indonesia.

Di tangannya, reformasi birokrasi bukan sekadar jargon; ia menjadikannya realitas dengan menghadirkan pelayanan publik yang lebih efisien dan berintegritas.

Salah satu warisan terbesarnya adalah mempercepat digitalisasi pelayanan, memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah, dan memastikan transparansi di setiap lini.

Sebuah langkah nyata itu yang tak hanya membawa perubahan struktural, tetapi juga menghidupkan kembali harapan rakyat akan birokrasi yang bersih.

Dedikasi untuk Umat: Museum Nabi sebagai Mahakarya Abadi

Setelah pensiun dari dunia kepolisian dan pemerintahan, Syafruddin tidak berhenti mengabdi. Ia menjadi Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) di bawah kepemimpinan Jusuf Kalla, serta memimpin proyek mulia: Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW.

Halaman:

Editor: Nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini