berita-peristiwa

Keterkaitan Banjir dengan Penyakit DBD: Dampak Negatif terhadap Kesehatan Masyarakat

Kamis, 4 April 2024 | 18:31 WIB
Ilustrasi Keterkaitan Banjir dengan Penyakit DBD (Istimewa)

Baca Juga: Dampak Pembuangan Limbah Industri : Ancaman Konsumsi Makanan Laut terhadap Kesehatan Manusia Melalui Pemahaman SDGs 14 Untuk Menjaga Ekosistem Laut

Nyamuk Aedes aegypti umumnya berukuran kecil dengan tubuh berwarna hitam pekat, memiliki dua garis vertikal putih di punggung dan garis-garis putih horizontal pada kaki. Nyamuk ini aktif terutama pada pagi hingga sore hari, meskipun kadang-kadang mereka juga menggigit pada malam hari. Mereka lebih sering ditemukan di dalam rumah yang gelap dan sejuk dibandingkan di luar rumah yang panas.

Data kejadian DBD selama 10 tahun terakhir menunjukkan tren yang cenderung fluktuatif dimana pada tahun 2016 menunjukkan peningkatan yang tajam. sedangkan pada tahun 2017-2018 dan 2021 menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, dengan rincian jumlah kasus pada tahun 2021, ada 73.518 kasus dan 705 kematian. Sedangkan data terbaru dari kemenkes kasus DBD dari Januari hingga Juli 2023, 42.690 orang terinfeksi DBD dengan kematian sejumlah 317 orang.

Faktor Pemicu Banjir dan DBD
Cuaca merupakan kondisi atmosfer yang dapat mempengaruhi kehidupan dan aktivitas manusia. Hujan bukanlah hal yang jarang terjadi di Indonesia.

Analisis terbaru berdasarkan data BMKG Januari 2024 menunjukkan kondisi atmosfer dinamis yang dapat menyebabkan pertumbuhan awan hujan dan kekuatan angin dalam seminggu ke depan sehingga menyebabkan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia. Hal tersebut jelas mungkin terjadi.

Baca Juga: Dampak Pencemaran Lingkungan oleh Sampah APK Terhadap Penerapan SDGs Nomor 15: Menjaga Ekosistem Darat Mencegah Bencana Akibat Ulah Manusia

Peristiwa cuaca ekstrem utama yang terjadi di Indonesia adalah banjir dan kekeringan, dimana intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan daya tampung sungai tidak mampu menampung limpasan permukaan yang pada akhirnya meluap ke wilayah sekitarnya dan menggenangi wilayah tersebut.

Yang perlu diperhatikan dan dipikirkan para ahli mengenai fenomena perubahan iklim adalah dampak yang akan ditimbulkannya.

Banjir merupakan salah satu bencana yang sering disebabkan oleh hujan lebat di Indonesia, terutama di kota-kota besar yang tidak mempunyai daerah aliran sungai yang cukup.

Secara umum, tingkat kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana alam seperti banjir belum dapat diprediksi dengan baik sehingga mengakibatkan terganggunya berbagai bidang kehidupan manusia, khususnya di bidang kesehatan.

Baca Juga: Dampak Program Food Estate bagi Sektor Pertanian dan Lingkungan terhadap terhadap ketahanan pangan dan Perubahan Iklim di Indonesia

Salah satu gangguan kesehatan akibat banjir adalah penyakit demam berdarah. Banjir seringkali menimbulkan masalah seperti tumpukan sampah dan genangan air, serta disertai kelembapan yang tinggi sehingga menjadi kondisi ideal bagi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti pembawa penyakit demam berdarah

Dampak Kesehatan Masyarakat

Halaman:

Tags

Terkini