Surabaya NAWACITAPOST - PT Kencana Maju Bersama kembali menyatakan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui gelaran bakti sosial.
Kali ini, dengan menggandeng Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI), Bank Danamon dan RSIA Pura Raharja, perusahan distribusi Baja Ringan merk Kencana ini berupaya memperhatikan kesehatan anak-anak melalui bakti sosial Khitan massal gratis.
Di sela giat, Susanto, direktur PT Kencana Maju Bersama menyatakan bahwa, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya warga kota Surabaya.
"Secara rutin (Bakti sosial, red) sudah sering kami lakukan, baik di Surabaya maupun luar kota, bahkan beberapa kali di adakan di luar Jawa, " ucap Susanto, di halaman RSIA Pura Raharja, Rabu (9/8/2023)
"Kedepan, giat sosial seperti ini akan semakin kita masifkan. Mungkin 5-6 kali dalam setahun," tutur pria yang pernah menjadi The Best Marketing di PT Kencana Maju Bersama.
"Semoga kepedulian kami dapat memberi manfaat bagi masyarakat," tambahnya.
Diketahui, Bakti sosial Khitan massal gratis itu diikuti oleh 50-an anak-anak berusia 7-12 tahun yang sebagian besarnya adalah dari keluarga yang kurang mampu.
Wajah-wajah ceria terlihat saat mereka mendapat bingkisan dari panitia berupa sarung, kopiah, bingkisan peralatan sekolah dan uang jajan.
Terkait PT Kencana Maju Bersama, Susanto menyatakan selama ini bisa dikatakan lebih unggul dari perusahaan-perusahaan Baja Ringan yang lain, baik dalam kualitas maupun penjualannya.
"Saat ini, varian baja ringan di Indonesia sangat banyak, namun produk dari Kencana group sudah bisa memenuhi seluruh varian yang dibutuhkan masyarakat," ungkap Susanto.
Dalam hal ini, Susanto mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih produk Baja Ringan yang ada di pasaran.
"Sekarang banyak produk-produk (Baja Ringan, red) yang dalam tanda kutip memalsukan identitas ketebalan produknya," ucapnya.
"Untuk itu, Kencana bersama HAPI senantiasa mengedukasi masyarakat agar mengetahui bagaimana memilih baja ringan yang baik, benar dan ber-SNI. Jangan sampai masyarakat memilih produk yang tidak benar sehingga berbahaya bagi masyarakat itu sendiri," Tegas Susanto. (BNW)