NAWACITAPOST.COM - BPJS Ketenagakerjaan Lamongan belum lama ini menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Penggerak Jaminan Sosial (Perisai) di Pintu Langit Prigen, Pasuruan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi akuisisi kepesertaan Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja informal.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lamongan Hadi Susanto mengatakan, Perisai berperan besar dalam program BPJS Ketenagakerjaan, karena dinilai mampu mengakuisisi tenaga kerja, baik pekerja penerima upah (PU) maupun pekerja BPU.
Hadi berharap seluruh Perisai utamanya yang berada di Lamongan terus berperan aktif dan produktif sebagai agen BPJS Ketenagakerjaan.
Disebutkan, BPJS Ketenagakerjaan Lamongan memiliki 21 Perisai yang tersebar di Kabupaten Lamongan. Mereka aktif melakukan sosialisasi program dan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan di antaranya pada petani dan nelayan hingga di pelosok perdesaan dan pesisir.
Salah seorang Perisai BPJS Ketenagakerjaan Lamongan yang dinilai paling produktif adalah Musrifah. Dia terbanyak mengakuisisi tenaga kerja (TK) baik PU maupun BPU dengan jumlah 5.329 TK dalam setahun. Pendapatan yang dia peroleh sebagai agen Perisai tercatat paling tinggi.
Sementara itu, secara terpisah Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Rd Edi Sasono mengatakan, dengan diadakannya kegiatan monev Perisai itu diharapkan pekerja BPU di Lamongan yang mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat ditingkatkan, sehingga para pekerja dapat bekerja dengan lebih aman dan terlindungi dari risiko kecelakaan yang mungkin terjadi.
“Perisai sendiri merupakan perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan dalam upayanya memberi perlindungan jaminan sosial kepada seluruh pekerja yang belum terdaftar sehingga menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," tutur Edi.
"Perisai juga mendekatkan akses jaminan sosial bagi peserta dan menjadikannya bagian yang melekat dalam kehidupan sosial masyarakat,” tutupnya.
Teks Foto: BPJS Ketenagakerjaan Lamongan ketika gelar monev Perisai di Prigen, Pasuruan.