Kamis, 4 Juni 2026

Kronologi Perempuan Tewas di Lift Bandara Kualanamu, Ini Keterangan Pihak Keluarga

Photo Author
adekurniawan, Nawacita Post
- Senin, 1 Mei 2023 | 14:29 WIB
Kronologi perempuan meninggal di lift bandara Kualanamu
Kronologi perempuan meninggal di lift bandara Kualanamu

NAWACITAPOST.COM - Kasus penemuan jenazah perempuan bernama, Asiah Shinta Dewi Hasibuan di area lift bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara menjadi sorotan publik.

Kini, keluarga Asiah Shinta Dewi turut menanggapi kasus tersebut. Raja Hasibuan selaku kakak korban menjelaskan kronologinya kepada awak media.

Raja mengatakan Asiah Shinta Dewi berangkat ke Bandara Kualanamu bersama kakak dan keponakannya, Senin (24/4/2023). Mereka tiba di Bandara Kualanamu sekitar pukul 19.30 WIB.

"Jadi dia mengantar keponakan kami yang akan pergi ke Malaysia," kata Raja Hasibuan kepada awak media di rumah duka.

"Jadi, dia bersama kakaknya, adik saya juga mengantar keponakan ini ke bandara, jadi sampai di bandara itu sekitar jam 19.30 WIB," lanjutnya.

Tiba di Bandara, mereka mendampingi keponakan untuk check-ini. Setelah itu, Asiah bersama kakaknya langsung turun ke lantai satu dan kembali ke mobil di parkiran untuk pulang.

Namun, keponakan telepon Asiah untuk kembali ke lokasi untuk check ini. Lantas, ia pergi sendirian dan kakak serta orangtuanya menunggu di mobil.

"Ketika di parkiran, keponakan saya ini nelpon 'Bu Cik ada yang ingin disampaikan' dia bilang, 'Oo iya, bentar Bu Cik ke sana', jadi dia pergi sendiri, karena dikira itu kan sebentar saja," ucapnya.

Saat itu, Asiah juga menelepon keponakan dan ia mengaku terjebak di dalam lift sekitar pukul 20.15 WIB. Ia menggunakan lift disisi kiri pintu masuk bandara Kualanamu.

"Jadi tiba di lift, begitu dia sampai di atas, kan bisa kita lihat di tayangannya itu (CCTV) dia bilang sama ponakan ini 'Bu Cik sepertinya terjebak di lift lho'," ujarnya.

Spontan, keponakan Asiah langsung meminta pertolongan kepada pihak sekuriti Bandara Kualanamu dan menelepon orangtuanya.

Kala itu, mereka langsung mengecek ke lift tempat diduga Asiah terjebak. Keluarga meminta CCTV agar bisa mengetahui lebih jauh soal Asiah. Akan tetapi, petugas tak mengizinkan membuka tayangan CCTV dengan alasan prosedur.

"Hanya sekedar begitu dilihat di lift, dilihat kosong ya nggak ada lagi udah, jadi kami minta CCTV, tapi mereka banyak prosedur atau gimana, itu kan titiknya sudah tahu, kalau titiknya di lift, jadi ngapain kita ke mana-mana lagi, harusnya CCTV buka di lift, ketahuan," ujarnya.

Selanjutnya, keluarga menilai upaya pencarian dari petugas saat itu tidak maksimal. Hanya sebatas mencari secara kasat mata.

Padahal, titik kejadian lokasi Asiah sudah diketahui bahkan petugas Bandara Kualanamu membiarkan keluarga mencari sendiri hingga dini hari tanpa mereka ditemani.

"Kemudian upaya pencarian itu mereka nggak maksimal, maaf lah bukan saya mengapakan, tapi tidak maksimal, karena mereka hanya sebatas itu dan sampai dini hari hanya keluarga yang mencari tanpa ditemani mereka lagi," paparnya.

Pada saat itu, keluarga juga meminta petugas untuk memutar CCTV di area Lift. Tapi pihak Bandara Kualanamu tak memberikan dengan alasan prosedur.

Tapi, setelah jenazah Asiah ditemukan justru video tersebut tersebar di sosial media.

"Kemudian kita minta CCTV kan nggak diberi yang di lift itu ya, khusus di lift tidak (dikasih), entah gimana-gimana udah lah kita pun udah puyeng kan, anehnya setelah jenazah adik saya ditemukan kenapa mereka baru tayangkan itu dengan kalimat yang menyatakan kelalaian, makanya aneh kan setelah tiga hari setelah ditemukan baru ditayangkan, kenapa dari awal nggak diapakan?," ucapnya.

"Itu kan nyawa manusia, apalagi di komentar ada itu keluarga kok nggak apa, kita jangankan keluarga, peliharaan kita aja hilang kita sibuk mencari," ujarnya. (****)

Editor: adekurniawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini