NAWACITAPOST.COM — Program Pondok Paliatif di Posyandu Lansia Nirmala, RW 12 Wage, Sidoarjo, dibentuk sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup lansia yang menderita penyakit kronis atau tidak dapat disembuhkan.
Inisiatif ini diadakan atas kolaborasi antara Posyandu Lansia Nirmala dan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK-UWKS), dan di support penuh oleh DRTPM Dikti dengan tujuan memberikan perawatan holistik mencakup aspek kesehatan fisik, psikologis, dan spiritual lansia.
Peluncuran Pondok Paliatif: Mewujudkan Perawatan Menyeluruh untuk Lansia
Pondok Paliatif ini bertujuan untuk memaksimalkan kualitas hidup pasien dengan pendekatan yang lebih humanis, membantu mereka yang mengidap penyakit stadium lanjut atau penyakit yang membutuhkan perawatan jangka panjang.
Lilis Widayati, Ketua Posyandu Lansia Nirmala, menyatakan bahwa inisiatif ini hadir untuk memberikan dukungan yang komprehensif bagi para lansia yang menghadapi keterbatasan kesehatan dan memberikan rasa aman kepada keluarga mereka.
“Kami ingin lansia di wilayah ini mendapatkan perawatan yang layak dan menyeluruh, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan dukungan medis tetapi juga dukungan emosional dan spiritual. Pondok ini diharapkan bisa menjadi percontohan bagi perawatan paliatif di komunitas,” ujar Lilis dalam pernyataannya.
Rangkaian Program dan Pelatihan untuk Peningkatan Layanan
Program ini mencakup pelatihan intensif bagi para kader Posyandu mengenai prinsip-prinsip perawatan paliatif, pengelolaan penyakit tidak menular, dan komunikasi efektif dalam menghadapi pasien lansia. Pelatihan yang diadakan pada 2 November 2024 di Hotel Neo+, Waru, Sidoarjo, tersebut dihadiri oleh para kader dan pemateri dari FK-UWKS. Materi yang disampaikan antara lain terkait pengelolaan Posyandu, kunjungan rumah, pencatatan dan pelaporan, serta edukasi kesehatan bagi keluarga pasien.
Aktivitas Pendukung Kesehatan Lansia: Kelompok Budidaya Toga dan Musik Angklung
Sebagai bagian dari kegiatan sosial dan psikologis bagi lansia, Posyandu Nirmala juga membentuk kelompok budidaya toga dan kelompok musik angklung. Kelompok toga ini mengelola tanaman obat seperti jahe, serai, pandan, dan bayam brasil, yang bermanfaat untuk kebutuhan kesehatan dan sosial lansia.
Sementara itu, kelompok musik angklung menyediakan ruang bagi lansia untuk berekspresi melalui seni, dengan latihan rutin mingguan yang dipandu oleh pelatih profesional.
“Kegiatan ini memberikan ruang bagi para lansia untuk tetap aktif dan bersosialisasi, yang sangat penting bagi kesejahteraan psikologis mereka. Musik juga menjadi terapi yang efektif untuk menjaga semangat mereka,” ujar Dr. Pratika Yuhyi Hernanda, MSc, PhD, salah satu pengajar dari FK-UWKS yang terlibat dalam program ini.
Tak lupa, Dr. Tika mengucapkan terimakasih kepada DRTPM Dikti yang telah mendanai keseluruhan kegiatan "Pemberdayaan Pondok Paliatif di Posyandu Lansia Nirmala Wage Sidoarjo".
Selain Dr. Pratika, beberapa narasumber juga telah dihadirkan, diantaranya Dr Bobby Hery Yudhanto, SpU., dan dr.Dr. Novina Aryanti, Sp.P.K., S.Ked.
Artikel Terkait
PoA FK UWKS: Mahasiswa Baru Hasilkan 1 Buku, Belasan Jurnal Ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual
Ramona Frisca dan Naufal Syafawi dilantik sebagai ketua DPM dan Presiden BEM FK UWKS 2024-2025. Dekan: Belajar berorganisasi tanpa melupakan Akademik
Seminar Nasional Kusuma III di UWKS: Refleksi Budaya Kemajapahitan untuk Indonesia Emas 2045
Napak Tilas Sejarah dan Karakter Kewijayakusumaan: Pondasi Utama Pendidikan Mahasiswa Baru UWKS
Melalui E-Gamelan, UWKS Tanamkan Karakter Positif pada Siswa SMPN 29 Surabaya
Kolaborasi FK UWKS dan Posyandu Lansia Nirmala Pondok Wage: Edukasi Kanker Prostat, Libatkan Kaum Bapak
Pelatihan e-LKPD di SDI An-Nur: Prodi Pendidikan Matematika FKIP UWKS Dukung Guru Hadapi Kurikulum Merdeka