Kota Batu, NAWACITAPOST.COM - Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula, beginilah nasib Ani (nama_samaran_red) seorang ibu asal Kota Batu, Jawa Timur, yang jadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mantan suami hingga kedua anaknya yang masih di bawah umur di bawa kabur.
Kisah ini berawal dari sembilan bulan lalu, saat ani menikah sirrih dengan Rudi (nama_samaran_red) pria asal jember, dimana semua berjalan baik -baik saja hingga pada usia pernikahan menginjak tujuh bulan sikap rudi yang seorang pengangguran berubah, dimana dirinya sering sekali melakukan pemukulan kepada ani jika mendapati sesuatu yang di rasa kurang pas, ungkap ani saat bercerita dengan tim advokat ngalam media center.
"Saat dipukuli saya sempat kabur dari kontrakan saya, dan numpang di rumah teman, setelah itu saya sempat di jemput oleh mantan suami dan berjanji kepada teman saya tidak akan mengulangi perbuatannya," jelasnya.
Dengan berjalannya waktu, saat kondisi mulai normal kedua anak saya yang wanita bernama Mawar (nama_samaran_red) usia 10 tahun, dan anak saya laki laki bernama Jaka (nama_samaran_red) usia 14 tahun mengutarakan keinginannya untuk mondok, setelah itu kami pun bersepakat memondokkan kedua anak saya di salah satu pesantren di Jember," lanjutnya.
-
"Setelah anak-anak mondok di jember, KDRT kembali terjadi sehingga untuk kedua kalinya saya kabur meninggalkan kontrakan saya, dan setelah saya mau mengambil anak saya di pondok, ternyata sudah empat hari anak saya sudah di bawa keluar dari pondok oleh Rudi (nama_samaran_red) ayah tirinya dari kedua anak saya," jelasnya sambil menangis.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan jika setelah beberapa kali pencarian di jember yang tak ada hasil, akhirnya dirinya melaporkan kejadian ini ke dewan perlindungan anak di Kota Batu, yang kemudian diarahkan dan di antarkan sama ibu N dari perlindungan anak untuk melapor ke Polres Kota Batu.
"Saat itu langsung diarahkan ke Mapolres Kota Batu untuk buat laporan tertanggal 20 juni 2022, namun hingga saat ini masih belum ada kejelasan terkait laporan tersebut, meskipun sudah beberapa kali saya tanyakan pada dewan perlindungan anak Kota Batu," tutupnya saat mengakhiri ceritanya.
Sementara itu, Pi'i salah satu warga yang memberikan informasi terkait hal ini mengungkapkan jika dirinya merasa prihatin dengan kondisi korban, dimana saat ini ani tinggal dengan menumpang salah satu rumah warga dan bekerja sebagai terapis pijat refleksi di salah satu destinasi wisata yang ada di Kota Batu.
Belum ada tanggapan apapun dari pihak terkait atas kasus ini, dimana hingga berita ini diturunkan ani masih belum mengetahui sejauh mana proses laporannya.(tim/rwl/Skr)