Baca Juga: PoA FK UWKS: Mahasiswa Baru Hasilkan 1 Buku, Belasan Jurnal Ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual
“Salah satu aspek menarik dari UWKS adalah filosofi yang tertanam di dalamnya. Logo UWKS, yang terinspirasi dari Candi Penataran, merefleksikan semangat para intelektual dan ksatria masa lalu yang dididik dan ditempa di tempat tersebut,” jelas Dedy.
Ia menambahkan bahwa Candi Penataran menyimpan nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada UWKS. Filosofi dari candi ini diimplementasikan dalam proses pendidikan di UWKS, bertujuan melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat, dedikasi tinggi, dan siap mengabdi pada bangsa.
“Melalui warisan filosofi Candi Penataran, UWKS berkomitmen melahirkan generasi unggul yang memiliki karakter kuat, intelektualitas tinggi, serta siap menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.
Menutup acara napak tilas, Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Kehumasan, Rajiman, S.E., M.Ak., berharap agar napak tilas ini tidak sekadar menjadi formalitas kunjungan ke situs bersejarah seperti Rumah di Jalan Progo No. 12, Candi Penataran, dan Pendopo Agung Trowulan.
Baca Juga: Kolaborasi FK UWKS dan Puskesmas Kalirungkut Luluskan 66 Balita dari Stunting
“Semoga semua paparan dari para pemateri dapat melekat dan menjadi inspirasi dalam perilaku dan sikap kalian di kehidupan sehari-hari,” kata Rajiman.
"Dengan mengucap Alhamdulillahirobbil’alamin, kegiatan napak tilas mahasiswa baru 2024-2025 gelombang ketiga resmi ditutup, dan mulai saat ini kalian dinyatakan sah sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Wijaya Kusuma Surabaya," pungkasnya.
Ditemui media ini, salah satu mahasiswa baru, Nur Fadila Pangestu, mengaku terkesan dengan acara tersebut. "Saya senang mendapatkan pengetahuan baru, terutama terkait sejarah UWKS, kampus yang akan mendidik saya beberapa tahun kedepan," ungkap Nur, yang semasa SMP bersekolah di wilayah Mojokerto.
"Sebagai generasi muda, saya merasa masih kurang pengetahuan tentang sejarah Majapahit dan budayanya. Ternyata, sejarah ini memiliki makna yang mendalam untuk kemajuan bangsa Indonesia," tuturnya.
Nur Fadila juga berharap agar generasi muda Indonesia lebih banyak belajar dari sejarah dan memahami jati diri mereka, terutama dari Majapahit, yang menjadi cikal bakal berdirinya bangsa Indonesia. ***
Artikel Terkait
Mengolah Nira Siwalan Menjadi Nata de Siwalan: Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Hendrosari Bersama Tim PKM-PM UWKS
Pengmas Dosen dan Mahasiswa UWKS di Watukosek: Edukasi Efektif Cegah Nyeri Neuropati pada Pasien Diabetes
FK UWKS Bersama Posyandu Lansia Nirmala dan Pondok Paliatif Wage Adakan Seminar Edukasi Kanker Usus Besar
Pengmas FK UWKS: Edukasi Pencegahan Karies untuk Siswa SDN Putat Jaya I/377 Surabaya
Pengmas FK UWKS Lakukan Screening Osteoarthritis di Posyandu Larasati Dukuh Kupang, Siapkan Terapi Injeksi