Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Kabar duka datang dari ormas keagamaan terbesar di Indoensia, Muhammadiyah. “Telah wafat Buya Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif," ucap Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Jumat (27/5/2022).
Baca Juga : NU – Muhammadiyah Garda NKRI dari Pengaruh Radikalisme
Semasa hidupnya, saat menjabat Ketua PP Muhammadiyah maupun tak lagi menjabat. Buya Syafii kerap melantunkan dan menegakan tonggak toleransi, bukan sebagai pajangan, tetapi benar-benar diaktualisasikan dalam aksi-aksi nyata, dengan berbagai tokoh dan pemuka lintas agama, suku, ras, dan antar golongan.
Peryataan bernada keras terhadap kelompok intoleren dan radikalisme, yang dijuluki Buya sebagai penganut ‘teologi maut,’ bagi Buya harus dilawan. Buya Syafii khawatir paham itu dapat memonopoli kebenaran terhadap kelompok lain. Penganut paham itu berani menempuh jalan ekstrem seperti mengakhiri hidup demi membela ajarannya. "Teologi maut, berani mati karena tidak berani hidup, memonopoli kebenaran bahwa di luar kami haram. Negara tidak boleh kalah," tegas Buya Syafii Maarif di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (8/4/2017).
Selamat jalan tokoh toleransi dan guru bangsa bagi semua suku, agama, ras dan antar golongan di Indonesia.
Kini penerima penghargaan Ramon Magsaysay dari pemerintah Filipina pada 2008, telah tutup usia ke 86. Namun, pikiran, jasa-jasanya tetap dikenang dan diteruskan oleh mereka yang cinta toleransi dan Pancasila. Selamat jalan Buya Syafii Maarif.
Ucapan berdukacita pun menghiasi presenter toleransi Cokro TV. Denny Siregar, Ade Armando dan Eko Kunthadi pun mengucapkan bela sungkawa dalam postingan di medsosnya masing-masing.
Cokor