Surabaya NAWACITAPOST - Polemik penentuan Hari Jadi Kota Surabaya mengundang perhatian banyak kalangan. Setelah pimpinan DPRD Surabaya, kini giliran para pemerhati sejarah dari Belanda. Mereka tergabung dalam Oost Indisch Doof,yayasan yang mengkaji sejarah dan budaya Hindia Timur (Indonesia di era sebelum kemerdekaan) yang berkantor di Amstrerdam, Belanda.
Menurut Nanang Purwono, pimpinan Bagandring Soerabaia, Oost Indisch Doof sangat concern dengan perkembangan budaya dan sejarah di Indonesia, termasuk Kota Surabaya.
“Saya telah berbincang dengan Monique Soesman, salah seorang anggota dewan Oost Indisch Doof. pernah bekerja sebagai atase kebudayaan di Kantor Kedutaan Besar Belanda di Jakarta sebelum pulang ke negara asalnya,” ujar Nanang yang melakukan pembicaraan via sambungan telepon, Selasa (1/6/2021) malam .
‘Kata Nanang, Monique mengikuti kontroversi ini lewat media sosial. Ini seterlah setelah Begandring Soerabaia melalui diskusi publik bertajuk "Menggugat Hari Jadi Kota Surabaya" pada 31 Mei 2021. Diskusi tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Wicaksono Dwi Nugroho (arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya), dan TP Wijoyo (pemerhati sejarah klasik).
Nanang Purwono, salah seorang pegiat sejarah dan budaya, Pimpinan Bagandring Soerabaia
Nanang menuturkan, jika tanggal 31 Mei yang selama ini diperingati sebagai Hari Jadi Kota Surabaya, ternyata dinilai masih subyektif, Oost Indisch Doof siap membantu Begandring Soerabaia mencarikan data dan referensi yang dibutuhkan.
“Monique bilang, Kota Surabaya pernah memiliki hari jadi yang diperingati setiap tanggal 1 April. Hari itu merupakan hari desentralisasi dan terbentuknya gemeente (pemerintah kotamadya) Surabaya. Tepatnya pada 1 April 1906,” jelas Nanang.
Jadi, imbuh Nanang, jika tanggal 1 April 1906, berdasarkan buku "25 Jareen Decentralisatie in Nederland Indisch" dinyatakan sebagai hari terbentuknya Pemerintahan Kotamadya (gemeente) Surabaya, maka sesungguhnya hari jadi itu adalah hari lahirnya sebuah sistem pemerintahan baru di Surabaya. Yaitu sistem pemerintahan Kotamadya Surabaya.
“Lantas, kapan kotanya sendiri, secara fisik, terlahir atau terbentuk? Sebab pengertian Pemerintah Kota Surabaya dan Kota Surabaya adalah hal yang berbeda. Pemerintah Kota Surabaya adalah sistem atau administrasinya. Tetapi "Kota Surabaya" adalah kondisi fisiknya,” jlentreh Nanang.
Untuk itulah, kata Nanang, Oost Indisch Doof akan berusaha mencari data historis tentang mulai terbentuknya Kota Surabaya secara fisik. Karena terbentuknya kota secara administrstif sudah terjawab, yakni 1 April 1906.
“Monique akan mencari data-data itu di museum arsip Belanda. Dia menjanjikan akan memberikan kepada Begandring Soerabaia sebagai bahan kajian alternatif Hari Jadi Kota Surabaya,” pungkas Nanang. (*/bnw)