Kamis, 4 Juni 2026

Nasir Abas : Mereka Yang Selalu Benci Pemerintah, Mudah Direkrut Sebagai Terorisme

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 31 Maret 2021 | 12:10 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST –  Bom bunuh diri yang meledak di Katderal  Makassar, Minggu (28/3/2021) Berdasarkan pengalaman Nasir Abas, Mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiah (JI) untuk wilayah Filipina, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan, sewaktu aktif melakukan perekrutan untuk JI, orang yang sudah punya sikap benci terhadap pemerintah memang akan lebih mudah direkrut dibanding orang yang masih nol.

Baca Juga : Turut Berduka Ledakan Bom Makassar, Moeldoko : Mari Bersatu Lawan Radikalisme dan Intoleransi



Terkait temuan atribut  FPI (sudah dilarang oleh pemerintah) di sejumlah wilayah pasca peledakan bom katedral Makassar. Itu bisa diduga  FPI yang selalu melakukan protes atau kritis terhadap pemerintah tentu diikuti oleh anggota serta simpatisannya. Mereka inilah yang kemudian menjadi sasaran empuk untuk direkrut oleh jaringan teroris seperti JAD, tutur Nasir.

Nasir Abas melanjutkan "Jangankan FPI, polisi, anggota TNI, dan PNS pun sudah ada yang terpapar dan direkrut oleh jaringan teroris,"  tegasnya.

Intinya orang yang direkrut untuk dijadikan pelaku teror bom bunuh diri adalah mereka yang  punya sikap benci kepada pemerintah, tandasnya.

Bibit awalnya bisa jadi dari sikap intoleren dalam bermasyarakat. Walaupun bukan pelaku teror yang meledakan bom bunuh diri. Dari mereka yang intoleren itulah penyebaran aksi radikalisme dan terorisme terjadi, pungkasnya.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini