Kini, bola panas berada di tangan pemerintah daerah. Masyarakat menuntut langkah konkret yang radikal untuk menyelesaikan akar persoalan sengketa tanah adat ini secara permanen, agar tidak ada lagi nyawa pemuda yang harus dikorbankan di masa depan.(FKD)
Artikel Terkait
Gebrakan Parlemen Batam: Komisi IV DPRD Dorong Pariwisata Naik Kelas demi Dongkrak Ekonomi Rakyat!
Bukan Lagi Penonton di Tanah Sendiri: Membedah Cetak Biru Gerakan "Betawi Naik Kelas"
Breaking News: Nekat Melompat ke Laut Malam Buta, Pemudik Asal Adonara Hilang di Perairan Pulau Pemana
Kekuatan Baru di Bumi Khatulistiwa: Panglima Jilah Resmi Daulat Jadi Pelindung BRN Kalbar!
KDM Ajak Orangtua Batasi Penggunaan Gawai pada Anak Demi Kesehatan