Minggu, 19 Juli 2026

Tragedi Adonara Membara Lagi: Satu Pemuda Tewas, Tiga Kritis dalam Bentrok Berdarah

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:08 WIB
Korban bentrokan Narasaosina-Waiburak dievakuasi ke Puskesmas Ile Boleng, Flores Timur, Sabtu (18/7/2026). (Istimewa)
Korban bentrokan Narasaosina-Waiburak dievakuasi ke Puskesmas Ile Boleng, Flores Timur, Sabtu (18/7/2026). (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM – Keheningan Sabtu pagi di tanah Adonara mendadak pecah oleh jeritan dan dentingan senjata. Konflik menahun antara dua desa di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali membara dan menumpahkan darah. Bentrokan sengit yang meletus antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak pada Sabtu (18/7/2026) pagi, berujung tragis dengan gugurnya satu nyawa muda dan tiga lainnya luka parah.

Suasana mencekam langsung menyelimuti kawasan perbatasan saat bentrokan pecah. Korban-korban berjatuhan di tengah kepulan debu dan amarah yang tak terkendali, sebelum akhirnya dievakuasi dengan ambulans menuju Puskesmas Ile Boleng demi menyelamatkan nyawa mereka.

Satu Pemuda Gugur, Tiga Berjuang Lewati Masa Kritis

Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, mengonfirmasi bahwa pihak medis tengah berjuang menangani empat korban yang dilarikan ke fasilitasnya. Seluruh korban teridentifikasi sebagai warga Desa Waiburak. Tragis, satu di antaranya tak mampu bertahan.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Dibayangi Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry Juliantono Mengaku Tak Tahu

"Ada empat pasien yang masuk ke kami. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, dan tiga lainnya saat ini masih menjalani perawatan intensif," ungkap Stefanus dengan nada berat saat diwawancarai wartawan, Sabtu (18/7/2026).

Stefanus membeberkan bahwa korban tewas adalah seorang pemuda yang baru menginjak usia 21 tahun—usia emas yang harus terenggut paksa oleh ego konflik komunal. Sementara itu, tiga korban lainnya bersimbah darah dengan luka-luka mengerikan akibat sabetan senjata tajam. Tim medis saat ini masih melakukan tindakan darurat untuk menyelamatkan nyawa mereka.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jatuh dari pihak Desa Narasaosina. Aparat kepolisian masih bergerak cepat di lapangan untuk mendata korban sekaligus meredam situasi yang masih panas.

Bara Dendam Sengketa Tanah Adat yang Tak Kunjung Padam

Ini bukanlah konflik baru, melainkan luka lama yang terus menganga. Perseteruan antara Desa Narasaosina dan Desa Waiburak telah berakar selama bertahun-tahun, dipicu oleh sengketa batas wilayah dan klaim kepemilikan tanah adat. Sebuah bom waktu yang sayangnya kembali meledak hari ini.

Baca Juga: Drama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Sempat Membingungkan Jadi Saksi 3 Mega Kasus

Padahal, Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama unsur Forkopimda tidak tinggal diam. Mediasi demi mediasi telah digelar, meja perundingan telah berkali-kali mempertemukan kedua pihak. Namun, ikrar damai tampaknya hanya menjadi coretan di atas kertas saat api dendam kembali tersulut di lapangan.

Rekam jejak konflik ini pun sangat kelam. Belum genap dua bulan lalu, tepatnya pada 9 Mei 2026, bentrokan serupa sempat membumihanguskan belasan rumah warga hingga rata dengan tanah. Tak hanya itu, tujuh warga sempat terkapar akibat luka tembak dalam insiden mengerikan tersebut.

Siaga Satu: Aparat Kepung Lokasi, Dalang Konflik Masih Diselidiki

Guna mengantisipasi serangan balasan atau bentrokan susulan yang lebih masif, aparat keamanan gabungan kini telah disiagakan penuh dan memperketat penjagaan di titik-titik rawan kedua desa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum merilis kronologi lengkap maupun menetapkan tersangka di balik pecahnya bentrokan berdarah ini. Penyelidikan mendalam sedang dilakukan di bawah tensi tinggi.

Baca Juga: Polemik di Dunia Pendidikan Bekasi Memanas! Alimudin Kritik Keras Pengalihan Status PPPK Non-Guru

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini