NAWACITAPOST.COM — Gelombang keluhan warga Kota Bekasi akibat pemadaman listrik massal yang terjadi belakangan ini akhirnya mendapat respons keras dan cepat dari orang nomor satu di Kota Patriot. Menghadapi situasi krusial yang mengancam roda aktivitas warga, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, langsung pasang badan dan menegaskan bahwa pelayanan publik wajib hukumnya tetap berjalan optimal tanpa interupsi.
Keluhan demi keluhan membanjiri ruang digital. Direct message (DM) media sosial sang Wali Kota dipenuhi jeritan masyarakat yang aktivitas hariannya terganggu akibat pasokan daya yang tidak stabil.
Menjawab keresahan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi bergerak dalam senyap namun pasti, menyiapkan skenario penyelamatan pelayanan publik agar tidak ikut shutdown.
Baca Juga: Anggaran Belum Cair, Hajat Pilkades Serentak 154 Desa di Bekasi Terancam Lumpuh!
Genset Siaga Satu: Garansi Pelayanan Tanpa Henti
Mengantisipasi skenario terburuk di jam-jam sibuk, Tri Adhianto menginstruksikan seluruh instansi dan unit pelayanan publik untuk berada dalam status siaga satu. Fasilitas generator set (genset) wajib dipastikan dalam kondisi prima guna menopang sistem digital pelayanan agar tidak mati total.
“Warga tidak perlu khawatir, kami telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan unit pelayanan publik untuk menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penggunaan genset agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” tegas Tri Adhianto dengan nada optimis.
Dobrak Tradisi: ASN Bekasi Berlakukan WFH Tiap Hari Jumat!
Tidak hanya sekadar menyiapkan cadangan daya, Pemkot Bekasi melakukan langkah revolusioner di tengah krisis energi ini. Demi menekan konsumsi listrik dan melakukan efisiensi besar-besaran, kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat resmi diberlakukan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Langkah dramatis ini diambil untuk mengubah pola kerja konvensional menjadi serba digital:
-
Rapat & Koordinasi Virtual: Mengurangi penggunaan listrik gedung perkantoran secara masif.
-
Pemangkasan Mobilitas: Meminimalisir perjalanan dinas yang tidak mendesak.
-
Efisiensi Anggaran: Menekan biaya operasional dinas secara signifikan.
Baca Juga: Nakhoda Baru Jantung Organisasi: Basirun Resmi Pegang Kendali Kabid OKK PWRI Bogor Raya!
Artikel Terkait
Gebrakan Sektor Perikanan: 10 Ribu Benih Nila Mengguncang Sektor Pangan Batam!
Ribuan Umat dan Tokoh Lintas Negara Siap Gelar Konferensi Doa Akbar 2026 di Jantung IKN
Garda Terdepan Keadilan Menembus Batas Kecamatan: YLHBR-ABR-I Siap Putus Rantai Buta Hukum di Bandar Lampung!
Sekolah Mirip Kandang Hewan, Guru di Padangsidimpuan Mengais "Upah" Rp300 Ribu dari Swadaya Warga!
Investasi 'Siluman' Vila dan Galangan Kapal Ancam Surga Konservasi Wairterang!