NAWACITAPOST.COM - Upaya meningkatkan kualitas hidup pasien gangguan jiwa terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat Universitas Airlangga yang diselenggarakan pada 12 Juni 2025 di Bengkel Sehat Mandiri (BSM) Surabaya.
Kegiatan ini menyoroti pentingnya rehabilitasi okupasi sebagai program pemulihan psikososial yang berkelanjutan bagi pasien gangguan jiwa, dengan mengusung tema "Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Jiwa Melalui Program Rehabilitasi Okupasi di Bengkel Sehat Mandiri Surabaya", dan dihadiri oleh berbagai peserta dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Puskesmas, serta pihak terkait lainnya. Dua topik utama yang dibahas dalam kegiatan ini adalah konsep pemulihan psikososial pada pasien gangguan jiwa serta pentingnya terapi okupasi dalam program rehabilitasi penderita gangguan jiwa.
BSM Surabaya: Wadah terintegrasi untuk Pemulihan Pasien Gangguan Jiwa
Dalam sambutannya, Ketua DPK PPNI Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Ismail Ridwan, menegaskan bahwa BSM merupakan satu-satunya tempat di Surabaya yang secara khusus menyediakan layanan rehabilitasi okupasi secara rutin. Program ini memungkinkan pasien untuk beraktivitas produktif, melatih keterampilan, dan kembali membangun peran sosial di tengah masyarakat.
Dosen Fakultas keperawatan sebagai penanggungjawab pengabdian masyarakat, Dr. Hanik Endang Nihayati, SKep, Ns, MKep juga mengatakan bahwa Rehabilitasi okupasi menjadi jembatan penting untuk mengatasi hambatan psikososial yang sering dialami pasien setelah masa rawat inap. Melalui kegiatan seperti pelatihan keterampilan, penguatan rutinitas, dan keterlibatan sosial, pasien dapat merasakan kembali kebermaknaan hidup dan kemandirian.
Sinergi Akademisi, Tenaga Kesehatan, dan Pemerintah
Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, akademisi, dan para pemangku kebijakan. Tidak hanya menyampaikan konsep pemulihan psikososial, kegiatan ini juga sekaligus menjadi penguatan koordinasi antara institusi pendidikan dan fasilitas layanan kesehatan. Ketua BSM menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan mahasiswa dan berharap kemitraan ini dapat berlanjut.
Mengingat BSM baru berdiri pada pertengahan tahun, kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi kegiatan pertama yang melibatkan unsur akademisi secara langsung. Ketua Bengkel Sehat Mandiri menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa adalah hal baru dan sangat berharga, mengingat BSM belum pernah memiliki program pengabdian masyarakat sebelumnya. Kolaborasi ini memperkuat kualitas layanan serta membuka kesempatan untuk inovasi program rehabilitasi.
Komitmen Berkelanjutan Universitas Airlangga dalam Isu Kesehatan Mental
Universitas Airlangga menunjukkan komitmennya terhadap isu kesehatan mental melalui keberlanjutan kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi pasien dan keluarga, tetapi juga mendorong tenaga kesehatan untuk lebih aktif mendampingi proses pemulihan.
Melalui kolaborasi yang berkesinambungan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi fasilitas pelayanan kesehatan lainnya untuk mengembangkan program rehabilitasi okupasi. Universitas Airlangga berharap keberlanjutan kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan angka pemulihan dan kemandirian pasien gangguan jiwa di Surabaya.
Dan diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat di BSM dapat menjadi model pengembangan layanan kesehatan jiwa di Surabaya, serta memberikan dampak berkelanjutan dalam meningkatkan angka pemulihan pasien gangguan jiwa.(HEN&WD) ***