NAWACITAPOST.COM — DPW Barikade 98 Jawa Timur menyatakan keprihatinan mendalam atas tewasnya seorang pengemudi ojek online (Ojol) yang gugur saat memperjuangkan hak-hak rakyat dalam demonstrasi baru-baru ini. Ketua DPW Barikade 98 Jatim, Boby Wijono, mengungkapkan duka cita serta tuntutan keras kepada aparat kepolisian.
“Kami sangat berduka atas wafatnya saudara kita, pejuang demokrasi yang telah mengorbankan nyawanya,” kata Boby Wijono, Jumat (30/8/2025). “Kami menuntut agar anggota Polri yang terlibat dalam insiden tersebut dihukum berat dan adil. Tidak boleh ada impunitas, terutama bagi aparat yang seharusnya melindungi rakyat.”
Boby juga mengecam aksi kekerasan aparat dalam menanggapi demonstrasi. Menurutnya, kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional yang wajib dilindungi, bukan diperlakukan dengan penindasan.
Lebih lanjut, Boby meminta Presiden segera mencopot Kapolri dan Kapolda Metro Jaya karena dinilai gagal mengendalikan situasi yang berujung jatuhnya korban jiwa. “Kepemimpinan yang kurang optimal dalam mengelola keamanan harus segera diganti agar kejadian serupa tidak terulang.”
Aktivis yang lahir dari era Reformasi 1998 ini menegaskan komitmen Barikade 98 untuk terus bersama elemen bangsa memperjuangkan demokrasi, serta menolak segala bentuk pembungkaman dan kekerasan dari negara.
Boby juga mengkritik elit politik yang dianggap terlalu arogan dan tidak peka terhadap penderitaan rakyat. “Saatnya para pemimpin turun tangan dengan sikap rendah hati dan solusi nyata untuk kebaikan bersama.”
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa perjuangan demokrasi harus terus dijaga dengan keadilan dan rasa kemanusiaan, tanpa kekerasan maupun impunitas. ***