Minggu, 19 Juli 2026

6 Gunung Api Meletus, waspadai 3 Bahaya Besar yang Mengintai!

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Selasa, 23 Januari 2024 | 07:35 WIB
Gunung Ibu di barat laut Pulau Halmahera, Indonesia. (Berbagai sumber)
Gunung Ibu di barat laut Pulau Halmahera, Indonesia. (Berbagai sumber)

NAWACITAPOST.COM - Diawal tahun 2024, hampir bersamaan, enam gunung api di Indonesia meletus dan mencatatkan aktivitas vulkanik yang signifikan.

Menilik dampaknya, erupsi gunung api bukan hanya menyasar kesehatan masyarakat di sekitarnya, tetapi juga menimbulkan kerusakan lingkungan dan mempengaruhi kondisi alam secara luas.

Erupsi gunung api dapat diartikan sebagai proses keluarnya magma dari ruang magma dalam perut gunung berapi, dipicu oleh aktivitas magama dan pergerakan pada lempeng tektonik.

Baca Juga: Ketua Umum GMKI Jefri Gultom hadiri pelantikan GMKI Singaraja Bali

Pusat Krisis Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa erupsi gunung api termasuk dalam kategori bencana yang sering dialami Indonesia.

Dalam konteks ini, penting untuk memahami jenis bahaya yang dapat muncul akibat letusan gunung api. Berikut adalah 3 kategori bahaya yang perlu diwaspadai:

1. Bahaya Primer (Bahaya langsung dari erupsi):

  • Aliran hawa Panas: Terjadi pergerakan udara panas yang dapat membakar segala yang ada di jalurnya.
  • Lahar letusan (lumpur panas): Terbentuknya aliran lumpur panas akibat campuran antara air, abu vulkanik, dan material piroklastik.
  • Lelehan lava: Keluarnya lava panas yang dapat merusak segala yang ada di jalurnya.
  • Gas vulkanik beracun: Pelepasan gas-gas beracun yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
  • Lontaran batu pijar: Lontaran batu-batu pijar panas yang dapat merusak dan membakar.

2. Bahaya Sekunder (Bahaya yang tidak langsung dari erupsi):

Baca Juga: Prestasi Gemilang: Siswa-siswi SMA Sejahtera Surabaya Pimpin Penurunan Bendera Merah Putih di Grahadi

  • Lahar: Aliran lumpur yang terjadi setelah hujan mengalir melalui bekas material vulkanik.
  • Longsor Vulkanik: Terjadi geseran dan runtuhnya material vulkanik yang dapat menyebabkan longsor.

3. Bahaya Ikutan (bahaya lain yang dipicu oleh dampak erupsi):

  • Tsunami: Erupsi yang terjadi di bawah laut dapat memicu tsunami.
  • Kelaparan: Adanya kerusakan pada pertanian dapat menyebabkan kelaparan.
  • Banjir bandang: Terjadinya banjir besar akibat aliran lahar atau material vulkanik.

Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan segera mengikuti instruksi evakuasi jika diperlukan. Penting untuk menjaga kesehatan dan menerapkan perilaku hidup bersih selama berada di lokasi pengungsian untuk meminimalisir potensi paparan penyakit.

Baca Juga: Rektor UNESA Cak Hasan Dapat Penghargaan Tokoh Peduli Olahraga KONI Jatim

Pemeriksaan kesehatan segera dianjurkan bagi mereka yang mengalami luka atau cidera selama evakuasi, untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini