Surabaya NAWACITAPOST - Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertajuk "UPN Mengabdi".
Kegiatan ini difokuskan pada pengunjung pameran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Giri Loka UPN Jatim, 17 Oktober 2023.
Ketua pelaksana, dr. Riana Retno Widiastuty, M.Sc, Sp.PK, bersama dengan tim ahli, dr. Widyana Beta Arthanti, M.H, dan dr. Ahmad Syarif, Sp.PA, menggunakan pameran ini sebagai wadah untuk melaksanakan kegiatan "UPN Mengabdi" dengan tema utama, yakni deteksi dini anemia.
Menurut penjelasan Dr. Riana Retno Widiastuty, pemilihan tema ini sebagai bentuk perhatian terhadap masih tingginya kejadian anemia terutama pada kalangan produktif yang mencapai lebih dari 20% berdasar data Depkes tahun 2020.
Menurut Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya tahun 2020, kasus anemia pada usia muda masih tinggi, terutama pada wanita. Anemia, yang ditandai dengan menurunnya jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin darah, dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Anemia dapat bersifat tanpa gejala atau menunjukkan gejala ringan seperti gangguan konsentrasi, mudah ngantuk, dan lemas. Namun, anemia yang berat dapat menyebabkan kegagalan organ, terutama pada jantung dan ginjal.
“Menurut Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya Tahun 2020, kasus anemia pada usia muda masih tinggi terutama wanita," ungkap dr. Riana Retno Widiastuty.
Baca Juga: UPN Mengabdi: Dosen dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN Jatim Gencarkan Edukasi Hidup Sehat
Anemia ini, kata Riana, merupakan suatu keadaan menurunnya jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin darah.
Penyebab anemia bisa dari banyak faktor, bisa karena produksi sel darah merah yang menurun, kebutuhan yang meningkat, intake zat pembentuk darah dan hemoglobin yang rendah, juga bisa karena kehilangan darah yang berlebih.
Anemia bisa saja tidak bergejala jika ringan atau bergejala ringan seperti gangguan konsentrasi saat belajar, mudah ngantuk dan lemas hingga gejala anemia yang berat berupa kegagalan organ terutama jantung dan ginjal.
"Yang dikhawatiran terutama pada usia produktif adalah gangguan konsentrasi baik saat belajar maupun bekerja,” tambah dr. Riana.
Harapannya, dengan pendeteksian anemia pada pengunjung pameran yang terutama terbanyak adalah para mahasiswa UPN Veteran Jatim, dapat diketahui status kesehatannya, apakah menderita anemia atau tidak, sehingga kemudian dapat diedukasi agar menerapkan hidup yang lebih baik untuk mencegah kejadian anemia.
Dalam pengabdian masyarakat ini, lanjut dr. Riana, dirinya bersama tim melakukan serangkaian tahapan, yang pertama pengunjung wajib mengisi quisioner yang telah disediakan.
Quisioner ini berisi tentang kebiasaan mengkonsumsi sayur maupun vitamin penambah darah, riwayat penyakit dan perdarahan sebelumnya, riwayat menstruasi khusus wanita dan riwayat aktivitas lain seperti donor darah, yang semuanya berhubungan dengan anemia.
Artikel Terkait
Rangkul Nelayan dan KPM, SAH Kunjungi Technopark UPN Veteran Surabaya
Forkopimda Jatim melaksanakan vaksinasi berbasis komunitas Kampus di UPN Surabaya
AHBI Awali Roadshow Kampus di UPN Veteran Jatim
UPN Mengabdi: Dosen dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN Jatim Gencarkan Edukasi Hidup Sehat