Minggu, 19 Juli 2026

Cegah Komplikasi Sejak Dini, FK UWKS Edukasi Warga Sukorejo Soal Diabetes dan Hipertensi

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Minggu, 1 Juni 2025 | 10:05 WIB
Dr. dr. Indah Widyaningsih, M.Kes., saat kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Medbond 2025, Sabtu (31/5/2025) (Nawi)
Dr. dr. Indah Widyaningsih, M.Kes., saat kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Medbond 2025, Sabtu (31/5/2025) (Nawi)

NAWACITAPOST.COMFakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) kembali menunjukkan dedikasinya terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Medbond (Medical Bounding) 2025: United for Elderly Care yang digelar di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada Sabtu (31/5/2025).

Acara ini disambut antusias oleh ratusan warga, termasuk jajaran pejabat desa dan tokoh masyarakat. Dengan suasana penuh semangat, kegiatan tersebut membuktikan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, khususnya bagi para lanjut usia (lansia).

Salah satu sesi utama yang paling mendapat perhatian adalah edukasi mengenai dua penyakit metabolik yang umum namun berbahaya, yakni diabetes melitus dan hipertensi. Penyuluhan ini dipimpin oleh Dr. dr. Indah Widyaningsih, M.Kes., selaku ketua tim sekaligus pemateri utama, didampingi oleh Dr. Nugroho Eko, M.Si. dan Dr. Handi Arief, SpB.

Baca Juga: FK UWKS Gelar 'Medbond 2025' di Gresik: Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Lansia dan Anak-anak

“Diabetes dan hipertensi merupakan bagian dari sindrom metabolik yang saling berkaitan dan memperburuk kondisi satu sama lain jika tidak ditangani dengan tepat. Edukasi ini sangat penting terutama bagi lansia yang rentan terhadap komplikasi,” jelas Dr. Indah dalam sesi penyuluhan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa faktor risiko seperti obesitas, resistensi insulin, stres oksidatif, dan peradangan menjadi penyebab utama keduanya. “Jika kadar gula darah tinggi tidak dikendalikan, bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah, yang pada akhirnya juga memengaruhi tekanan darah,” imbuhnya.

Kegiatan dimulai dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah serta pengecekan gula darah menggunakan alat autocheck. Setelahnya, warga diberikan penjelasan tentang hasil pemeriksaan, tata laksana pengelolaan penyakit, dan cara mencegah komplikasi jangka panjang melalui perubahan gaya hidup sehat.

Baca Juga: Cegah Hipertensi, FK UWKS Edukasi Nutrisi Sehat untuk Lansia di Gresik

Dr. Nugroho Eko, M.Si., menyampaikan bahwa edukasi ini sangat penting untuk mendorong masyarakat lebih sadar terhadap pola makan, aktivitas fisik, serta pentingnya kontrol rutin ke fasilitas kesehatan. “Pemeriksaan dini dan edukasi adalah kunci mencegah penyakit kronis memburuk,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Handi Arief, SpB, menambahkan bahwa banyak lansia di desa-desa yang masih kurang mendapat informasi dan akses layanan kesehatan yang memadai. “Inilah alasan kami hadir ke tengah masyarakat. Karena ilmu harus ditransformasikan menjadi manfaat yang nyata,” ujarnya.

Kepala Desa Sukorejo, yang turut hadir dalam kegiatan ini, mengapresiasi langkah UWKS yang dinilai sangat membantu warga. “Kegiatan ini bukan hanya memberi pengetahuan, tapi juga membangkitkan kesadaran pentingnya hidup sehat sejak dini,” kata sang Kepala Desa.

Baca Juga: Cegah Kencing Manis dan Karies Gigi, FK UWKS Ajak Siswa-siswi MI Gresik Pahami Kesehatan Lewat Edukasi dan Game

Dengan pelaksanaan kegiatan Medbond 2025 ini, UWKS berharap dapat terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok lansia yang rentan terhadap penyakit kronis. Edukasi dan tindakan promotif-preventif akan menjadi kekuatan utama dalam menurunkan beban penyakit tidak menular di Indonesia. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini