advertorial

Tanggapi Dampak Erupsi Krakatau, Wali Kota Bekasi Terapkan PJJ Jenjang SD-SMP

Selasa, 8 September 2026 | 18:49 WIB

NAWACITAPOST.COM – Pemerintah Kota Bekasi mengambil langkah sigap merespons dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dengan memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
 
Kebijakan darurat ini secara resmi diterapkan selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu (8–9/9/2026), sembari menunggu hasil evaluasi perkembangan kondisi lingkungan di lapangan.

Guna memastikan efektivitas kebijakan tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah satuan pendidikan pada hari pertama pelaksanaan PJJ, Selasa (8/9/2026).
 
Baca Juga: Dua WNA Diduga Melanggar, Imigrasi Semarang Sisir Ratusan Warga Asing Kendal
 
Lokasi yang menjadi fokus peninjauan di antaranya adalah SMP Negeri 14 Kota Bekasi serta SD Negeri 6 Bintara. Langkah ini diambil untuk memantau secara presisi kesiapan infrastruktur pembelajaran dari rumah sekaligus memastikannya tidak mengganggu mutu pendidikan.

Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) interaktif dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan platform Zoom Meeting. Atmosfer pembelajaran virtual ini menghadirkan kembali memori kolektif saat terjadi pandemi Covid-19, di mana para peserta didik mengikuti instruksi dari rumah masing-masing sementara tenaga pendidik menyalurkan materi akademis secara jarak jauh.
 

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa peninjauan lapangan secara intuitif ini bertujuan memastikan agar standar mutu pendidikan tidak terdegradasi meski ruang kelas fisik ditutup sementara.
 
Baca Juga: Imbas Abu Vulkanik: Delapan Bandara Ditutup, KDM Siapkan Kertajati Jadi Alternatif

“Kami ingin memastikan bahwa meskipun pembelajaran dilakukan dari rumah, proses belajar tetap berjalan dengan baik. Guru tetap memberikan materi dan pendampingan, sementara anak-anak juga harus tetap mengikuti pembelajaran dengan disiplin,” ujar Tri.

Tri menjelaskan lebih lanjut bahwa pengalihan moda pembelajaran ini merupakan bentuk tindakan preventif yang diambil oleh pihak eksekutif daerah guna melindungi kesehatan masyarakat dari potensi bahaya erupsi Gunung Anak Krakatau.
 
Pemantauan berkala akan terus digencarkan oleh instansi terkait untuk merumuskan kebijakan operasional pada hari-hari berikutnya.

“Kita akan terus melihat dan mengevaluasi kondisi di lapangan. Yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak, tetapi pendidikan juga harus tetap berjalan. Mudah-mudahan kondisi erupsi segera membaik sehingga aktivitas sekolah dapat kembali normal,” katanya.
 
Baca Juga: Gempuran Abu Krakatau, Pemerintah Provinsi Jawa Barat Siagakan Posko Hingga PJJ

Ia mengimbau agar terbangun sinergitas yang kokoh antara jajaran pendidik, siswa, serta para orang tua murid. Peran aktif serta pengawasan orang tua di rumah dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan skema PJJ ini agar anak tetap berkonsentrasi sesuai jadwal pelajaran.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota Bekasi masih terus mengagendakan evaluasi komprehensif terhadap situasi terkini sebelum menetapkan apakah masa PJJ akan diperpanjang atau aktivitas persekolahan tata muka dapat diselenggarakan kembali.

Tags

Terkini