advertorial

Gebrakan Wali Kota Bekasi Pimpin Proyek Giant PSEL Bantargebang Kerapu Sampah Monster!

Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:59 WIB

NAWACITAPOST.COM — Langkah masif dan berani diambil Pemerintah Kota Bekasi dalam mengatasi krisis sampah perkotaan. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memimpin pemancangan batu pertama (groundbreaking) proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang, Ciketing Udik.

Fasilitas megah berteknologi Waste-to-Energy ini ditargetkan resmi beroperasi dalam 18 bulan ke depan, dengan daya tampung raksasa mencapai 1.500 ton sampah per hari. Namun, Sang Wali Kota menegaskan bahwa teknologi canggih ini bukanlah peluru perak tunggal untuk menuntaskan krisis. Di balik megaproyek tersebut, masih ada celah sisa ratusan ton sampah yang membutuhkan pertarungan bersama.
 
 

“Tetapi masih ada persoalan sekitar 300 ton sampah yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Tri Adhianto.

Tri Adhianto menekankan pentingnya revolusi perilaku dari tingkat paling dasar. Keberhasilan pengolahan sampah modern tidak akan pernah tercapai tanpa adanya aksi nyata dari kesadaran warga dalam memilah sampah sejak dari dapur rumah.

“Seperti yang disampaikan Menteri, ini bukan berarti persoalan sampah selesai. Masih harus dibantu dengan proses pemilahan dari rumah sendiri. Kalau kita mulai memilah dari kediaman masing-masing, tentu akan mengurangi persoalan 300 ton sampah setiap harinya,” jelasnya.

Tidak berhenti di dapur kediaman warga, Wali Kota Bekasi mendorong aksi pemilahan ini menjadi sebuah gerakan massal yang mengikat seluruh sektor kehidupan kota.
 
Baca Juga: Gegara 'Telolet', Rombongan Bus Pariwisata Terlibat Kecelakaan Beruntun Mencekam di Tol Tangerang-Merak!

“Ini harus menjadi gerakan bersama. Mulai dari rumah, sekolah, pedagang, mal, kantor dan seluruh lingkungan masyarakat. Dengan begitu, sampah yang masuk ke tempat pengolahan dapat dikelola dengan lebih baik,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Barat menaruh harapan besar agar pengelolaan sampah modern di kawasan Bekasi Raya, Bogor Raya, hingga Bandung Raya menjadi momentum kebangkitan kesadaran publik agar tak ada lagi aksi buang sampah sembarangan.
 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengarungi visi senada. Beliau menegaskan bahwa PSEL skala besar merupakan instrumen krusial pemerintah pusat untuk menyelamatkan kota-kota besar dari kepungan sampah yang melampaui kapasitas darurat. Pemerintah menargetkan percepatan PSEL di 40 kota besar tuntas pada 2027 hingga 2028.
 
Baca Juga: Skandal Panas Pemprov Sumbar: Video Asusila Oknum ASN di Kantor Guncang Medsos!

“Yang darurat dan besar-besar, di atas 1.000 ton, kita akan buat PSEL atau Waste-to-Energy,” ujar Zulkifli Hasan.

Menko Pangan menargetkan persoalan sampah nasional rampung 70–80 persen pada 2029, sementara 20 persen sisanya bergantung pada edukasi memilah sampah organik dan anorganik dari rumah tangga.

Acara Ground Breaking PSEL Bantargebang ini berlangsung dramatis dan penuh bobot kepemimpinan, dihadiri langsung oleh Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, Gubernur Jawa Barat KDM, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi yang turut mendampingi di barisan terdepan.

Tags

Terkini