NAWACITAPOST.COM — Langkah drastis dan tak main-main diambil oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dalam mengikis krisis sampah. Lewat gebrakan anyar, KDM resmi mewajibkan seluruh siswa SMA dan SMK di Jawa Barat untuk turun tangan memungut serta memilah sampah, yang nantinya bakal langsung diintegrasikan ke dalam nilai praktikum mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Pernyataan berskala besar ini ditegaskan KDM usai memimpin Apel Siaga Jabar Berseka di Lapangan Parkir Barat Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, yang dihadiri lebih dari 4.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat.
"Nanti akan saya berlakukan untuk seluruh pelajar SMA dan SMK di Jabar, karena jenjang ini menjadi kewenangan provinsi. Memungut dan memilah sampah akan menjadi bagian dari pembelajaran praktikum IPA," tegas KDM di hadapan ribuan peserta apel.
Baca Juga: Beredar Video Dugaan Satpam Bundaran HI Dipaksa Sujud Usai Tegur Pengemudi Alphard
Inovasi Pendidikan dan Ancaman Sanksi Denda
Inisiatif radikal ini terinspirasi dari keberhasilan Universitas Islam Bandung (Unisba) yang berhasil mengonversi tata kelola sampah hingga setara dengan 10 Satuan Kredit Semester (SKS). Tak sekadar menjadi kurikulum sekolah, KDM juga mengunci keseriusan ini lewat kebijakan anggaran: pengelolaan sampah akan dijadikan syarat dan indikator utama penerimaan subsidi pendidikan bagi sekolah.
Guna memastikan rantai daur ulang berjalan mulus, Pemdaprov Jabar telah menggandeng industri swasta skala besar yang siap menampung dan mengolah sampah organik maupun anorganik dari sekolah-sekolah.
Tak berhenti di lingkungan sekolah, KDM juga bersiap memukul rata kebiasaan buruk masyarakat luas lewat Peraturan Gubernur (Pergub) baru.
Baca Juga: Sensasi Lari Maksimal! On CloudMonster Diskon Hingga Rp2 Juta di Blibli
"Terakhir nanti saya buat Pergub larangan buang sampah sembarangan. Yang melanggar akan kena denda administratif atau hukuman," seru Gubernur KDM tanpa kompromi.
Sinergi Nasional Menuju Indonesia ASRI
Langkah berani KDM ini mendapat acungan jempol dan dukungan penuh dari Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, yang turut hadir dalam apel siaga tersebut. Zulkifli menilai, gerakan masif yang dibangun Jawa Barat adalah angin segar bagi target pengelolaan sampah nasional.
"Harus ada aturan ketat dan sinergi dari Gubernur, Bupati, Wali Kota, hingga masyarakat agar masalah sampah selesai di tempat. Saya yakin jika gerakannya masif seperti ini, pada tahun 2029 sebanyak 80 persen persoalan sampah nasional bisa kita tangani," kata Zulkifli optimis.
Acara puncak ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Penanganan Sampah bersama jimpinan daerah Bandung Raya dan para Rektor PTN/PTS (ITB, Unisba, Digitech, UTB, Unikom), penyerahan alat pengolah sampah inovasi BRIN, serta penganugerahan penghargaan bagi tokoh lingkungan.
Baca Juga: Sita Rp474 Miliar, Bea Cukai Batam Ditantang Buka-bukaan Status Hukum Cukong