tokoh

Tokoh budaya Riau ini Mendukung Pengusulan Marhum Pekan Menjadi Pahlawan Nasional

Minggu, 23 Juni 2024 | 15:01 WIB
Fhoto Ismail Dt Podano Montoi Penerima Anugrah Tokoh Budaya Riau Putra Luhak Kepenuhan Rokan Hulu. (NAWACITAPOST.COM)
NAWACITAPOST.COM - Tahniah dan sukses hari  Jadi Pekanbaru yang ke 240 tahun dengan mengusung Tema Keberagaman membangun Negeri
 
Semoga bertambah nya usia semakin bertambah maju, sejahtera dan sentosa rakyat dan kota Pekanbaru kedepannya sebagai barometer kemajuan di Bumi Lancang Kuning, hal ini di sampai kan Oleh Ismail Dt Podano Montoi Penerima Anugrah Tokoh Budaya Riau ini
 
Lanjut Putra Luhak Kepenuhan Rokan Hulu, mengingat Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Mu"Azam Syah yang lebih dikenal juga dengan Marhum Pekan adalah pendiri kota pekanbaru. 
 
 
Sebagai Anak jati Melayu Bumi Lancang Kuning mendukung sepenuh nya Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Mu"Azam Syah  menjadi Pahlawan Nasional atas jasa jasa yang telah diabadikan untuk negeri ini.
 
Dukungan ini berkaitan dengan adanya rencana Pj wali kota Pekanbaru Risnandar menemui langsung  Mentri Sosial RI Tri Rismaharini untuk membicarakan Pengajuan Marhum Pekan Sebagai Pahlawan Nasional.
 
"Ditambah lagi masukan atas kajian dari Tim Penenliti dan Pengkaji Gelar Daerah Pekanbaru ( TP2GD ) yang telah disampaikan kepada PJ wali Kota Pekanbaru, in sha Allah bersama  Forkpimda, keluarga atau kerabat dari Marhum Pekan menghadap langsung  Mentri Sosial," ujar Anggota DPRD Rokan Hulu periode 2004-2009 2009-2014 diterima nawacitapost.com, Ahad (23/6/2024).
 
 
Sultan Kelima di Kerajaan Siak Ini sambungnya, merupakan Sosok sangat Termashur karna merupakan pendiri pekanbaru, beliau mendirikan sebuah pekan atau pasar baru..Pusat keramaian di tepian sungai siak menjadi cikal bakal berdiri nya kota pekan baru.
 
Pada awalnya, nama Pekanbaru adalah Senapelan, yang dipimpin oleh seorang kepala suku yang disebut Batin. Dulu daerahnya berupa ladang perkebunan dan kemudian berkembang menjadi perkampungan.
 
Pada periode selanjutnya, daerah itu berkembang menjadi sebuah dusun yang bernama Dusun Payung Sekaki, yang letaknya berada di tepi muara Sungai Siak..  
 
 
Akan tetapi, orang-orang lebih mengenalnya dengan nama Senapelan, yang ketika masa kekuasaan VOC wilayahnya dijadikan tempat perhentian kapal-kapal Belanda. Dari situlah, letaknya yang strategis kemudian berkembang hingga memegang peranan penting dalam lalu lintas perdagangan.  
 
Awal penyebutan Pekanbaru Perkembangan Senapelan juga berhubungan erat dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. 
 
Semenjak Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah menetap di Senapelan, kemudian didirikanlah istana di Kampung Bukit, yang berdekatan dengan perkampungan Senapelan. 
 
 
Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah berinisiatif membuat pekan atau pasar di Senapelan, tetapi tidak berkembang. Pada masa pemerintahan putranya, Raja Muda Muhammad Ali, yang bergelar Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah, lokasi pasar bergeser ke tempat yang baru, yakni di sekitar Pelabuhan Pekanbaru sekarang.
 
Maka pada tanggal 23 Juni 1784, berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar, dan Kampar), negeri Senapelan diganti namanya menjadi Pekan Baharu, yang dalam bahasa sehari-hari lebih mudah diucapkan Pekanbaru. 
 
Tanggal 23 Juni 1784 kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Pekanbaru. Sejak saat itu pula, ibu kota Siak berada di Pekanbaru, yang menjadi tempat pertemuan para pedagang dari Selat Malaka, Minangkabau, dan Petapahan.
 
Semoga upaya upaya yang dilakukan oleh PJ wali kota Pekanbaru berserta jajaran dan tentu nya dukungan masyarakat dan semua pihak,  pengusulan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Mu"Azam Syah bisa menjadi Pahlawan Nasional pada tahun 2024 ini. Harap Ismail Hamkaz yang juga Alumni Magister Administrasi Publik  UGM Jurusan Kebijakan Publik ini.

Tags

Terkini

DPR: Wakil Rakyat Atau Debt Collector Pajak?

Senin, 15 Juni 2026 | 15:13 WIB