tokoh

Mampu Berfikir Moderat, Kader GMNI Jadi Pengurus NU dan Dekat dengan Kiai

Minggu, 7 April 2024 | 21:56 WIB
Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA, ketika hadir pada kegiatan NU (foto istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Perjalanan panjang Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA, yang biasa akrab disapa Kang Marhaen sebagai aktivis organisasi memang unik, sebagai kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) tulen, dirinya memiliki pandangan yang dibilang brilian.

Mengapa demikian? Marhaen muda menjelajahi dunia aktivis pada zaman yang penuh tekanan dan tantangan pada masa orde mampu membuat kerangka berpikirnya moderat. Sehingga Kang Marhaen merapat juga pada organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Baca Juga: IAI Pangeran Diponegoro Alih Status Jadi UPDN, Marhaen Djumadi Ucapkan Selamat dan Sukses

Memang kalau dilihat dari kesejarahan, nasionalis religius merupakan sebuah visi ideologis yang berorientasi pada gerakan cinta tanah air dengan tetap berpegang pada nilai-nilai agama Islam.

Masuknya Kang Marhaen sebagai Pengurus Wilayah Lembaga Perekonomian NU dan Dewan Pakar Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN), merupakan ekspresi pemikiran Kang Marhaen untuk mengabdikan dirinya pada organisasi NU. Bagi Kang Marhaen masuk di NU merupakan bagian dari perjuangan bersama Kiai dan Masyayikh.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Marhaen Djumadi Mantan Bupati Nganjuk

Ketika proses pemilihan Bupati/Wakil Bupati kemarin, koalisi Nasionalis Religius merupakan cerminan kekuatan politik riil yang ada di Nganjuk. Realita di lapangan Nganjuk merupakan basis NU yang menyebar di seluruh Kecamatan se-Kabupaten Nganjuk.

Maka dalam beberapa kegiatan dan acara yang dilakukan Kang Marhaen selalu meluangkan waktu untuk hadir. Beberapa kegiatan keagamaan dan silaturrohim dengan para Kiai dan Masyayikh juga menjadi agenda.

Baca Juga: Jadikan Nganjuk Gudang Prestasi, Inilah Rekam Jejak Sang Juara

Kang Marhaen juga memberikan apresiasi melalui APBD berupa bantuan masjid dan beberapa pondok pesantren walaupun jumlahnya belum signifikan. Kepedulian Kang Marhaen dalam memberikan motivasi pada NU, banom dan lembaga juga diberikan melalui bantingan ketika ada kegiatan yang membutuhkan dana walau insidentil.

Sebagai kader yang telah diberangkatkan oleh NU Kang marhaen bukan kacang lali lanjarane. Seberapa besar kontribusi yang diberikan merupakan komitmen dan kepedulian bahwa keberhasilan tidak bisa dicapai oleh diri sendiri. Kebersamaan dengan Kiai dan Masyayikh juga dipahami oleh Kang Marhaen sebagai kendali diri untuk tetap konsisten dalam menjalankan nilai agama walau memiliki jabatan sebagai Bupati.

Baca Juga: Diduga Inkonsisten, PLT Bupati Nganjuk di Demo Kader PDI-P

Kang Marhaen memberikan keleluasaan pendopo dan gedung pemerintah untuk kegiatan agama pada seluruh ormas keagamaan yang ada di Nganjuk. Hal tersebut mengandung maksud untuk mengoptimalkan kegunaan gedung agar lebih bermanfaat, di samping itu untuk memberikan apresiasi pada ormas keagamaan merupakan Mitra strategis pemerintah dalam pembangunan.

Hubungan ulama dan umaro yang harmonis merupakan kunci stabilitas keamanan dan ketertiban, karena ulama dekat dengan rakyat dalam setiap saat. Sementara pemerintah butuh aman dan tentram dalam mewujudkan pembangunan yang telah menjadi agenda.

Halaman:

Tags

Terkini

DPR: Wakil Rakyat Atau Debt Collector Pajak?

Senin, 15 Juni 2026 | 15:13 WIB