NAWACITAPOST.COM — Nama H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), kini resmi tercatat dalam sejarah sebagai Gubernur Jawa Barat ke 15.
Pria yang lahir di Sukasari, Subang, pada 11 April 1971 ini, berhasil memenangkan hati masyarakat Jawa Barat dalam Pilkada 2024 dan telah resmi menjabat sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Perjalanan Dedi Mulyadi menuju kursi Jabar 1 bukanlah hal yang instan. Sebagai putra bungsu dari sembilan bersaudara, ia tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya adalah seorang purnawirawan TNI berpangkat rendah, sementara ibunya merupakan aktivis kemanusiaan di Palang Merah Indonesia.
Baca Juga: Mengenal Sosok Gubernur DKI Jakarta Asal Kediri Jawa Timur
Latar belakang inilah yang membentuk karakter Dedi menjadi pemimpin yang sangat dekat dengan rakyat kecil dan memiliki sentuhan humanis yang kuat.
Jejak Karier dan Dedikasi
Sebelum menduduki jabatan tertinggi di Jawa Barat, Dedi telah malang melintang di dunia politik selama lebih dari dua dekade:
- Anggota DPRD Purwakarta (1999–2003): Memulai karier legislatif di usia muda.
- Wakil Bupati Purwakarta (2003–2008): Menjadi wakil bupati termuda di masanya (usia 32 tahun).
- Bupati Purwakarta (2008–2018): Selama dua periode, ia mengubah wajah Purwakarta menjadi kabupaten yang kental dengan budaya Sunda dan pariwisata ikonik.
- Anggota DPR RI (2019–2023): Mewakili Dapil Jabar VII (termasuk Subang), di mana ia dikenal vokal membela hak-hak warga pedesaan melalui kanal digitalnya.
Visi Satu Tahun Kepemimpinan
Tepat pada Februari 2026 ini, kepemimpinan Dedi Mulyadi bersama wakilnya, Erwan Setiawan, genap berjalan satu tahun. Dalam pidato refleksinya, ia menekankan visi "Jawa Barat Istimewa" yang berfokus pada pemerataan infrastruktur hingga ke ujung desa.
Baca Juga: Waspada! Inilah 5 Hewan Paling Mematikan di Dunia Hingga Satu Juta Nyawa Setiap Tahun
"Saya memulai dari diri sendiri. Tidak ada anggaran untuk baju dinas baru atau studi banding yang tidak relevan. Anggaran harus bergeser untuk memperbaiki jalan desa dan memastikan pendidikan serta kesehatan bisa diakses dengan mudah oleh warga," tegas Dedi dalam rapat paripurna baru-baru ini.
Meski menghadapi tantangan besar terkait pengangguran dan perbaikan jalan yang belum tuntas 100%, Dedi tetap konsisten dengan gaya kepemimpinannya yang nyunda—sering turun langsung ke lapangan dengan ikat kepala khasnya untuk mendengar keluhan warga secara langsung.
Target 2026: Infrastruktur Tanpa Cacat
Memasuki tahun kedua masa jabatannya, sang putra Subang ini menargetkan percepatan pembangunan jalan di seluruh wilayah Jawa Barat agar selesai sepenuhnya pada akhir tahun 2026.
Baca Juga: Polresta Sidoarjo Bersama Polsek Gedangan Tebar Kebaikan, Bagikan Takjil untuk Masyarakat
Ia berkomitmen menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga tetap memegang teguh akar budaya lokal.
Dengan dedikasi yang telah ia tunjukkan, warga Jawa Barat menaruh harapan besar agar "Kang Dedi" mampu membawa perubahan nyata bagi kemakmuran provinsi dengan populasi masyarakat terbesar di Indonesia ini.