NAWACITAPOST.COM — Dunia birokrasi Provinsi DKI Jakarta mengenal Budi Awaluddin, S.STP., M.Si. sebagai sosok pimpinan yang dinamis, adaptif, dan memiliki visi kuat terhadap integrasi teknologi dalam pelayanan publik.
Sejak dilantik menjadi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, ia memikul tanggung jawab besar untuk mentransformasi Jakarta menjadi kota global yang cerdas (smart city) melalui tata kelola data yang presisi dan komunikasi publik yang inklusif.
Latar Belakang dan Kedisiplinan Kawah Chandradimuka
Lahir di Jakarta pada 17 Januari 1978, Budi merupakan produk asli pendidikan pamong praja. Kedisiplinan dan loyalitasnya dibentuk di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor (kini IPDN).
Latar belakang pendidikan ini memberinya pemahaman mendalam mengenai struktur organisasi pemerintahan serta pentingnya pelayanan prima bagi masyarakat.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Nadih Arifin Kepala Diskominfostandi Kota Bekasi
Ia kemudian memperdalam kepakarannya dalam tata kelola negara dengan meraih gelar Magister Ilmu Pemerintahan (M.Si) dari Institut Ilmu Pemerintahan Yogyakarta. Kombinasi pendidikan lapangan yang disiplin dan teori pemerintahan yang matang menjadikannya birokrat yang tidak hanya paham teknis, tetapi juga strategis.
Rekam Jejak Karier: Dari Ring Satu hingga Transformasi Digital
Perjalanan karier Budi Awaluddin mencerminkan kepercayaan tinggi dari para pimpinan DKI Jakarta lintas periode. Berikut adalah fase krusial dalam pengabdiannya:
- Garda Terdepan (ADC Gubernur): Selepas lulus STPDN pada tahun 2001, Budi dipercaya menjadi Ajudan (ADC) Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso. Pengalaman di "Ring 1" ini memberinya perspektif unik mengenai cara pengambilan kebijakan tingkat tinggi dan dinamika sosial politik di ibu kota.
- Kepemimpinan di Sektor Dukcapil: Sebelum menjabat di Diskominfotik, ia dikenal luas saat menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta. Di sana, ia sukses memimpin transisi layanan kependudukan menuju digitalisasi, termasuk mempermudah akses dokumen warga melalui inovasi daring yang memangkas birokrasi berbelit.
- Transisi dan Puncak Karier di Diskominfotik: Keberhasilannya mengelola data kependudukan skala besar membuatnya menjadi pilihan tepat untuk memimpin Diskominfotik. Setelah sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt), ia kini definitif menakhodai dinas yang menjadi tulang punggung teknologi informasi di Jakarta.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Dirut BULOG Tinjau Produksi Beras di Maros
Visi Strategis di Diskominfotik DKI Jakarta
Sebagai Kepala Dinas, Budi Awaluddin memiliki mandat untuk memastikan Jakarta tetap kompetitif di kancah internasional melalui penguatan ekosistem digital. Fokus utamanya mencakup:
- Optimalisasi Super Apps JAKI (Jakarta Kini): Budi terus mendorong pengembangan JAKI sebagai pusat layanan terpadu bagi warga, mulai dari pelaporan masalah kota, informasi kesehatan, hingga layanan transportasi, dengan prinsip one-stop service.
- Jakarta Smart City (JSC): Ia memimpin pemanfaatan Big Data dan Artificial Intelligence (AI) untuk memantau kondisi kota secara real-time, guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data (data-driven policy).
- Kedaulatan Data dan Keamanan Siber: Di tengah maraknya isu kebocoran data, Budi menekankan pentingnya infrastruktur IT yang kokoh dan perlindungan keamanan informasi bagi sistem pemerintahan daerah (SPBE).
- Komunikasi Publik yang Responsif: Melalui PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi), ia berupaya mewujudkan transparansi anggaran dan program kerja pemerintah agar lebih mudah diakses oleh masyarakat dan media.
Baca Juga: Menag Serukan Green Jihad, Zakat dan Wakaf Kini Diarahkan untuk Transisi Energi Bersih
Kiprah di Panggung Internasional dan Literasi Digital
Budi Awaluddin bukan hanya birokrat di belakang meja. Ia sering tampil di forum internasional, seperti menjadi pembicara dalam forum inovasi data dan Smart City di Singapura, untuk berbagi pengalaman tentang bagaimana Jakarta mengelola kompleksitas urban melalui teknologi.
Di dalam negeri, ia gencar mengampanyekan Literasi Digital. Baginya, teknologi hanya akan bermanfaat jika masyarakatnya siap. Ia aktif menggandeng perguruan tinggi dan komunitas untuk mengedukasi warga agar bijak bersosial media, mampu menyaring hoaks, dan memanfaatkan ekonomi digital.