Tuntutan Rakyat: Bayar Tunai dan Tangkap Pelaku!
Suasana kian memanas saat warga membentangkan spanduk besar bertuliskan: "Kami hanya menuntut hak kami yang dari pemerintah pusat".
"Kami bertanya lantang ke seluruh negeri: Mana ganti perabotan Rp3 juta itu? Mana pemulihan ekonomi Rp5 juta itu? Mana jaminan hidup yang dijanjikan? Uang itu ada, sudah dikirim pusat dan masuk kas daerah. Tapi di tangan pejabat daerah, uang itu hilang!" ucap warga dengan tegas.
Masyarakat menegaskan ini bukan lagi sekadar kelalaian administrasi, melainkan kejahatan kemanusiaan yang terencana. Mereka menuntut:
- Bayar tunai seketika hak ganti perabotan Rp3 juta dan pemulihan ekonomi Rp5 juta kepada setiap KK yang berhak.
- Audit total dan usut tuntas aliran dana miliaran rupiah yang hilang.
- Tangkap, adili, dan penjarakan oknum pejabat yang diduga merampas uang hak korban bencana.
Baca Juga: Devita, SH Ajak Tim Pemenangan Kedepankan Kesantunan dan Kebersamaan
"Kami tidak minta belas kasihan atau sumbangan yayasan, kami hanya minta hak sah kami! Kami tidak akan diam sampai pencuri uang rakyat ini ditangkap dan mengembalikan setiap rupiah milik kami!" pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, publik menunggu keberanian aparat penegak hukum (KPK/Kejaksaan) untuk segera turun tangan memeriksa dugaan mega skandal kemanusiaan di Kota Padangsidimpuan ini. (Lesmanan.H)
Artikel Terkait
Kilas Balik Masa Kecil Sang Pejuang Buruh: Menghidupkan Spirit Marsinah dari Nganjuk untuk Indonesia
Gebrakan Ekonomi Desa: Presiden Prabowo Resmikan 1.061 KDKMP dari Nganjuk, Kabupaten Bogor Siap Tancap Gas!
Kendali Cepat AWPI DKI Jakarta: Yamarlin Hulu Resmi Ditunjuk Jadi PLT Ketua Usai Abdul Haris Mundur
Dana Bencana Rp4 Miliar Diduga Menguap, Warga Hanya Terima 'Remah-Remah' Beras!
Festival Balon Plaza Patriot Candrabhaga Sedot Perhatian Ribuan Warga, Hidupkan Ekonomi Kreatif Bekasi