politik

Heru MAKI: Voter Kotak Kosong dan Golput Dominasi Pilwalkot Surabaya 2024

Selasa, 3 Desember 2024 | 18:29 WIB

 

NAWACITAPOST.COM – Pemilihan Wali Kota Surabaya pada 27 November 2024 menyisakan dinamika menarik. Suara signifikan dari pemilih golput dan kotak kosong menjadi sorotan utama, mencerminkan legitimasi yang dipertanyakan terhadap kemenangan pasangan calon Wali Kota Eri Cahyadi–Armudji serta pasangan calon Gubernur Risma–Gus Hans.

Menurut data, pasangan Eri Cahyadi–Armudji hanya berhasil meraih 44% suara, sementara pasangan Risma–Gus Hans memperoleh 39,48%. Sebaliknya, suara golput mencapai 45% dan kotak kosong mencapai 16%, menunjukkan preferensi warga Surabaya yang tidak puas dengan pilihan yang tersedia.

Heru MAKI, tokoh pejuang kotak kosong asal Surabaya, menyebutkan bahwa suara kotak kosong menjadi simbol nyata penolakan warga terhadap pasangan calon yang ada. Ia menegaskan bahwa kemenangan sejati ada pada suara kotak kosong dan pasangan Gubernur Khofifah Indar Parawansa–Emil Dardak yang mendapat dukungan signifikan sebesar 25,1%.

Baca Juga: Heru MAKI: Pameran Mall Pelayanan Publik Jadi Ajang Mega Korupsi Akhir Tahun?

"Suara kotak kosong yang mencapai 16% dan dominasi golput 45% menunjukkan bahwa masyarakat Surabaya menginginkan perubahan. Klaim kemenangan pasangan Eri Cahyadi–Armudji dan Risma–Gus Hans hanyalah kemenangan semu," ujar Heru.

Heru juga menyoroti bahwa keberhasilan pasangan Eri Cahyadi–Armudji hanya didukung oleh militansi Partai PDIP. Partai koalisi pendukung, menurutnya, tidak memberikan kontribusi yang signifikan.

Heru MAKI mengungkapkan rencananya untuk mendeklarasikan kemenangan kotak kosong bersama kemenangan pasangan Khofifah–Emil. Deklarasi ini direncanakan berlangsung di Taman Apsari Surabaya dan akan menjadi acara besar dengan kehadiran ratusan ribu pemilih.

Baca Juga: JEEF 2024: MAKI dan Pemprov Jatim Dorong Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kreatif

"Deklarasi ini akan menjadi simbol kemenangan sejati Pilwalkot Surabaya, menunjukkan bahwa rakyat Surabaya masih memiliki hak untuk menentukan arah pemerintahan yang lebih baik," tegas Heru.

Berbagai pihak menilai bahwa hasil Pilwalkot Surabaya kali ini mencerminkan keresahan warga terhadap situasi politik lokal. Sikap inkonsisten Eri Cahyadi yang kerap terlihat bersama Khofifah dinilai sebagai taktik politik yang kurang efektif. Sebaliknya, pasangan Khofifah–Emil dianggap berhasil memanfaatkan momentum untuk menggalang dukungan dari suara golput dan kotak kosong.

Dengan tingginya suara golput dan kotak kosong, serta dukungan yang solid untuk pasangan Khofifah–Emil, legitimasi kemenangan pasangan Eri Cahyadi–Armudji dan Risma–Gus Hans menjadi bahan perdebatan. Pilwalkot Surabaya kali ini menjadi refleksi nyata bahwa suara rakyat tidak bisa diabaikan, terutama dari mereka yang memilih untuk tidak memilih. ***

Tags

Terkini