NAWACITAPOST.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar kota Surabaya tetap mempertahankan tradisi Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban di kantor DPD jalan Adityawarman.
Di Idul Adha 1445H / 2024M, Golkar Surabaya yang saat ini dipimpin Arif Fathoni, menyembelih total sebanyak 4 ekor sapi dan 8 ekor kambing kurban.
Disela giat, sekretaris DPD Golkar Surabaya, dr. Akmarawita Kadir menyampaikan syukur bahwasanya dari tahun ke tahun, Golkar Surabaya menyelenggarakan pemotongan hewan kurban Idul Adha di kantor DPD Surabaya.
Baca Juga: Idul Adha 2024: Walikota sumbang 83 Sapi Jumbo, RPH Surabaya beri layanan Terbaik
Mengapa tidak di RPH, sekretaris Komisi D DPRD Surabaya ini menyatakan, memang semua hewan kurban dibeli di RPH, namun Golkar Surabaya tetap ingin mempertahankan tradisi, lebih dekat dan berbagi kepada masyarakat sekitar, beserta seluruh jaringan Golkar Surabaya.
"Alhamdulillah, tahun ini ada peningkatan jumlah hewan kurban sehingga kita bisa berbagi ke lebih banyak orang,. Totalnya 4 ekor sapi dan 8 ekor kambing kurban," aku dr. Akmara, Selasa (18/6/2024) siang.
"Yang tahun lalu kita hanya bisa berbagi dengan pimpinan kecamatan, tahun ini kita tingkatkan berbagi dengan para pimpinan kelurahan," tuturnya.
Baca Juga: Armuji: Idul Adha, Perjuangan untuk Kemaslahatan Bersama
"Semoga setiap tahunnya dapat bertambah dan seluruh jaringan partai Golkar Surabaya senantiasa dapat merasakan kebahagiaan bersama di setiap hari raya Idul Adha," tambah anggota DPRD Surabaya dari dapil 5 ini.
Dosen Fakultas Kedokteran UWKS ini kembali menerangkan, hewan kurban dari Golkar Surabaya merupakan hasil swadaya, baik dari jajaran pengurus maupun fraksi DPRD Surabaya.
Termasuk juga yang rutin memberikan bantuan yaitu dari anggota DPR RI, Adies Kadir, dan ketua fraksi Golkar DPRD Jatim, Blegur Prijanggono. Serta satu lagi sapi berbobot 850kg dari Walikota Surabaya, Eri Cahyadi.
Baca Juga: Ketua PPSDS-Jatim: Surabaya Perlu Fasilitasi Pembuangan Kotoran Sapi Kurban
Sebagai partai politik, Golkar Surabaya berharap semakin menumbuhkan suasana kebersamaan dalam setiap agenda seperti ini.
"Kebersamaan itu sangat penting, memang perlu dipisahkan antara ibadah dengan organisasi partai, namun kita lebih menekankan kebersamaannya," ucap dr. Akmara.