politik

Golkar Surabaya Perkuat Mesin Partai, Target 10 Kursi DPRD 2029

Minggu, 13 September 2026 | 16:29 WIB
Pemukulan gong pembuka Rakerda Partai Golkar Surabaya oleh Blegur Prijanggono, bersama ketua DPD Golkar Surabaya, dr. Akmarawit Kadir, nampak pula walikota Surabaya Eri Cahyadi, Minggu (13/9/2026)

 

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus Pimpinan Kecamatan (PK) masa bakti 2026–2031, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Wyndham, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menyusun arah kerja Partai Golkar Surabaya untuk lima tahun mendatang.

Rakerda mengusung tema “Penguatan Konsolidasi Organisasi, Pengabdian kepada Masyarakat dan Pemenangan Partai Golkar Menuju Pemilu 2029.”

Ketua Panitia Rakerda, Agoeng Prasodjo, mengatakan agenda utama forum tersebut adalah memperkuat struktur organisasi, mengevaluasi program kerja, serta menyusun program lima tahun ke depan.

“Konsolidasi organisasi, penguatan mesin partai, evaluasi program kerja, dan penyusunan program kerja lima tahun ke depan menjadi penekanan dalam Rakerda ini,” kata Agoeng.

Menurutnya, konsolidasi diarahkan agar struktur Partai Golkar berjalan efektif mulai tingkat DPD, kecamatan hingga kelurahan. Koordinasi antarbidang dan seluruh elemen pendukung juga diperkuat untuk membangun mesin organisasi yang solid.

Rakerda diikuti unsur Dewan Pertimbangan Partai Golkar Surabaya, DPD Golkar Jawa Timur, DPD Golkar Surabaya, jajaran Pimpinan Kecamatan serta organisasi pendiri dan organisasi yang didirikan Partai Golkar.

Di antaranya SOKSI, KOSGORO, MKGR, AMPI, AMPG, KPPG, MDI, Al Hidayah, HWK dan Satkar Ulama. Para Ketua Pimpinan Kelurahan (PL) Partai Golkar se-Surabaya juga hadir sebagai peninjau, bersama Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya.

PK dan PL Diminta Dekat dengan Warga

Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, menegaskan pengukuhan pengurus PK bukan sekadar seremoni. Menurutnya, pengukuhan menjadi pengingat bahwa pengurus di tingkat kecamatan memiliki tanggung jawab besar untuk hadir di tengah masyarakat.

“Pengukuhan ini memang bukan hanya sekadar seremonial. Ini mengingatkan kembali betapa pentingnya struktur pimpinan kecamatan,” ujar Akmarawita.

Ia menekankan agar PK dan PL memiliki program yang jelas, terukur dan dapat dirasakan langsung masyarakat.

“Programnya harus jelas, terukur, yang bisa dirasakan langsung oleh warga sekitar mereka,” tegasnya.

Golkar Surabaya memiliki struktur di 31 kecamatan yang selanjutnya menjadi basis pembentukan dan penguatan struktur hingga tingkat kelurahan.

Akmarawita berharap sebagian besar program kerja di tingkat kelurahan benar-benar diarahkan untuk membantu menyelesaikan persoalan warga.

Halaman:

Tags

Terkini

Kapan Warisan Keraton Yogyakarta Dipulangkan Inggris?

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:18 WIB