Proyek seperti ini bukan hanya soal gedung.
Jika berhasil dan dirasakan masyarakat, pembangunan tersebut dapat menjadi bagian dari legacy pemerintahan Eri Cahyadi.
Dan setiap legacy pemerintahan pada akhirnya dapat menjadi modal narasi bagi siapa pun yang kelak meneruskan kepemimpinan kota.
Di sinilah politik menjadi menarik.
Seorang calon penerus tidak harus menciptakan seluruh program dari nol. Ia cukup mengatakan: pembangunan sudah dimulai, dan saya akan melanjutkannya.
Jika figur penerus tersebut memiliki kedekatan dengan program-program sosial dan kelompok masyarakat sejak sebelumnya, maka kesinambungan politik akan semakin mudah dibangun.
Tetapi sekali lagi, ini adalah kemungkinan politik, bukan fakta bahwa skenario tersebut sedang dijalankan.
Jangan buru-buru menyebutnya mesin politik
Redaksi berpandangan, publik justru harus berhati-hati dalam membaca fenomena ini.
KSH bukan partai politik.
PKK bukan organisasi politik.
PAUD bukan kendaraan politik.
Posyandu bukan tim sukses.
Program sosial pemerintah juga tidak boleh otomatis dicurigai sebagai kampanye.
Semua program tersebut memiliki fungsi pemerintahan dan sosial yang sah.
Yang perlu diawasi adalah ketika batas antara pelayanan publik, pembangunan citra personal dan kepentingan politik mulai menjadi kabur.