Tim pemenangan sedang mengonsolidasikan aspirasi para difabel di Soloraya dengan harapan bisa memenangkan putaran pertama Pilpres 2024. Para difabel, sebagai pemilih kritis, telah lama memperjuangkan partisipasi penuh dalam proses pembangunan.
Baca Juga: WBP Lapas Kelas III Gunungtua Kanwil Kemenkumham Sumut Melaksanakan Giat Membaca di Perpustakaan
Melalui jalur demokrasi, para penyandang disabilitas dapat memberikan kontribusi penuh. Dalam pandangan mereka, perubahan paradigma terhadap difabel diperlukan, bukan lagi sebagai objek belas kasihan, melainkan sebagai individu yang memiliki hak asasi manusia (HAM) yang sama.
Selain itu, kepastian hukum juga menjadi fokus para difabel. Tanpa kepastian hukum, hak-hak difabel menjadi tidak pasti. Dengan demokrasi yang baik, penerapan HAM, dan kepastian hukum, pasangan Ganjar-Mahfud dinilai sebagai pilihan tertinggi.
“Sosok Ganjar-Mahfud sudah tak asing bagi kaum difabel, Pak Ganjar sangat dekat dengan teman-teman difabel dan mengutamakan suara teman-teman difabel. Pak Mahfud sebagai pendekar hukum dan HAM, sering mendukung perjuangan reformasi hukum di republik ini untuk lebih inklusif bagi disabilitas,” ungkap Sunarman.