Kamis, 4 Juni 2026

PSI Surabaya Desak Langkah Konkret Hentikan Bullying di Sekolah

Photo Author
- Jumat, 13 Desember 2024 | 11:46 WIB
Shobikin, Plt Ketua DPD "Partai Solidaritas Indonesia" (PSI) Kota Surabaya
Shobikin, Plt Ketua DPD "Partai Solidaritas Indonesia" (PSI) Kota Surabaya

NAWACITAPOST.COM – Kasus bullying di salah satu SMP Negeri di Surabaya kembali menjadi sorotan publik setelah video pengakuan korban, CW (14), viral di media sosial. Menyikapi hal ini, Plt Ketua DPD PSI Kota Surabaya, Shobikin, menegaskan perlunya langkah tegas dan konkret untuk menghentikan tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

“Fenomena bullying dan kekerasan di sekolah harus menjadi perhatian semua pihak. Kita tidak boleh diam! Surabaya harus benar-benar menjadi kota ramah anak dan perempuan,” ujar Shobikin dalam keterangannya.

Shobikin juga mengingatkan bahwa kasus bullying di SMAK Gloria 2 dan SMA Swasta di Siwalankerto yang terjadi sebelumnya masih membekas di ingatan masyarakat. Kini, kasus baru di salah satu SMP Negeri semakin menunjukkan bahwa perundungan di sekolah di Surabaya sudah dalam tahap mengkhawatirkan.

 

Tiga Sikap Tegas PSI Surabaya

Merespons situasi ini, DPD PSI Kota Surabaya menyatakan tiga langkah tegas:

1. Mendesak Wali Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan untuk memberikan perhatian khusus dan segera mengambil kebijakan strategis guna memastikan kasus kekerasan terhadap anak tidak lagi terjadi di lingkungan pendidikan.

2. Meminta semua penyelenggara pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah, untuk menjamin sekolah mereka bebas dari kekerasan melalui pengawasan efektif dan optimalisasi peran guru Bimbingan Konseling (BK).

3. Mengajak masyarakat untuk berkolaborasi melawan kekerasan. Shobikin menegaskan bahwa selama kekerasan masih terus terjadi, PSI Surabaya akan terus bersuara dan bertindak demi lingkungan pendidikan yang aman.

“Kami siap bekerja sama dengan semua pihak untuk mewujudkan kesadaran kolektif melawan bullying. Tidak ada tempat bagi kekerasan terhadap anak di Surabaya!” tegas Shobikin.

Korban Tanpa Perlindungan

Kasus terbaru ini mencuat setelah seorang content creator asal Surabaya, Andy Sugar, mempublikasikan video wawancara dengan korban berinisial CW, siswa kelas IX di sebuah SMP Negeri di Surabaya. Dalam video berdurasi enam menit itu, CW mengaku menjadi korban perundungan oleh enam temannya.

“Saya sering dipanggil ‘hama’ dan bukan hanya di sekolah, tetapi juga di tempat umum,” ungkap CW. Ia bahkan mengaku tidak mendapatkan perlindungan dari pihak sekolah. Mirisnya, CW mengklaim bahwa pihak sekolah justru mendesaknya untuk mencabut laporan yang telah dibuatnya ke Polres Tanjung Perak, dengan ancaman tidak naik kelas jika laporan tersebut tetap diproses.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB