NAWACITAPOST.COM – Kasus kekerasan dan bullying terhadap anak yang marak terjadi di Surabaya mendorong Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya untuk melakukan aksi simpatik, Jumat (22/11/2024). Dalam aksi ini, mereka membagikan bunga di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya, sebagai simbol perlawanan terhadap kekerasan anak.
Selain membagikan bunga, puluhan pengurus dan kader PSI juga membentangkan spanduk bertuliskan "PSI Cinta Damai dan Anti Kekerasan" serta poster-poster dengan pesan, seperti "Selamatkan Anak Negeri dari Tindak Kekerasan". Aksi ini menyasar pengendara yang melintas, termasuk siswa SMA Negeri Kompleks yang baru pulang sekolah.
Berlin Hasibuan, Koordinator Lapangan Aksi dan Ketua Divisi Kepemudaan dan Pengorganisasian Masyarakat DPD PSI Surabaya, menyampaikan bahwa tujuan aksi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya kekerasan pada anak.
Baca Juga: PSI Surabaya Hadir di Tengah Korban Kebakaran Kemayoran Baru
“Kalau sejak kecil mental mereka sudah rusak akibat bullying, maka akan mempengaruhi kehidupan mereka di masa mendatang,” tegas Berlin.
Menurutnya, aksi ini juga merupakan langkah untuk memperkuat citra Surabaya sebagai kota yang ramah anak.
Daniel Lukas Rorong, Humas PSI Surabaya, menambahkan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Sedunia yang jatuh pada 20 November lalu.
“Dalam waktu dekat, kami juga akan melanjutkan rangkaian acara Peringatan Hari Anak Sedunia dengan menghelat acara Seminar Parenting,” ungkap Daniel.
Baca Juga: PSI Surabaya: Premanisme di Lingkungan Pendidikan Harus Dihentikan!
Di sisi lain, Ketua Bapillu PSI Surabaya, Satria Sembiring, menegaskan sikap DPD PSI Surabaya terkait kasus kekerasan pada anak-anak.
“Melalui momentum Hari Anak Sedunia tahun ini, kami dari Partai Solidaritas Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut,” ucapnya:
- DPD PSI Kota Surabaya tetap konsisten menolak dengan tegas praktek tindak kekerasan terhadap anak, terutama di lingkungan pendidikan.
- Mengutuk keras setiap pelaku tindak kekerasan dalam berbagai bentuknya, terutama di lingkungan pendidikan di Kota Surabaya.
- Mendesak pihak-pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum dan pemerintah Kota Surabaya, untuk menindak tegas para pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku agar ada efek jera dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat Kota Surabaya.
- Mengimbau pihak penyelenggara pendidikan (sekolah) untuk senantiasa lebih proaktif dengan melakukan aksi konkret sebagai upaya pencegahan tindak kekerasan di sekolah masing-masing.
- Mengajak semua komponen masyarakat Surabaya untuk berkolaborasi dan bersatu melawan tindak kekerasan, termasuk perundungan dan premanisme, di lingkungan pendidikan Kota Surabaya. ***
Artikel Terkait
Budi Leksono: Risma dan Gus Hans Bawa Harapan Baru untuk Jawa Timur
HIPERHU Bulat Dukung Eri-Armuji, Richard: Mereka Bisa Diandalkan!
Jelang Pilkada 2024, Demokrat Surabaya Maksimalkan Dukungan untuk Khofifah-Emil dan Eri-Armuji
Pakai Topeng 'Bu Risma', Relawan JAKA Kampanye Simpatik Bagi-Bagi Brosur dan Bunga
Kampanye Diam-Diam di Sawahan, Tim Khofifah-Emil Diduga Langgar Aturan!